"Saya ingin, perempuan Pasuruan tak hanya jadi objek pembangunan. Mereka harus mengambil peran. Oleh karena itu, harus kreatif dan inovatif. Tentunya harus membuka wawasan dan informasi," kata Lulis saat berbincang dengan detikcom di Runag Peringgitan Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/3/2017).
Perempuan bernama lengkap Lulis Ratnawati Yudi ini mengatakan, perempuan harus berani mengambil posisi strategis baik di pemerintahan, polisi, sosial dan kemasyarakatan.
"Dan jika sudah meraih posisi, misalnya lebih tinggi dari suami dalam hal jabatan atau penghasilan, tetap harus membumi. Tetap menyadari kodratnya sebagai istri yang harus tetap mengabdi pada suami," katanya.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan ini juga menyinggung banyaknya perempuan yang jadi korban kejahatan baik fisik maupun seksual.
"Penegakan hukum pada pelaku harus tegas dan keras. Terutama pelaku kejahatan seksual pada anak," tandasnya.
Disinggung fenomena kenakalan remaja dan pengaruh buruk tehnologi informasi, ibu tiga anak ini menanggapinya dengan sentimentil.
"Saya titip ibu-ibu benar-benar menjaga anak-anaknya. Beri perhatian yang lebih, dekati mereka dengan kasih sayang sehingga merasa nyaman di dalam keluarga. Dengan begitu tidak mudah mendapat pengaruh buruk. Kalau menggunakan smartphone dan melihat televisi tolong didampingi," ungkapnya.
Selama ini, Lulis dikenal konsen memperhatikan nasib perempuan. Dalam banyak kesempatan saat mendengar hal-hal yang buruk menimpa perempuan, ia sigap mendatangi mereka dan memberikan perhatian selain memberikan bantuan. (fat/fat)











































