Dua Kelompok Pelajar di Situbondo Terlibat Perkelahian, Satu Tewas

Dua Kelompok Pelajar di Situbondo Terlibat Perkelahian, Satu Tewas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 08 Mar 2017 18:22 WIB
Dua Kelompok Pelajar di Situbondo Terlibat Perkelahian, Satu Tewas
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Seorang siswa di Situbondo meregang nyawa setelah teribat perkelahian antar siswa. Abdul Rahim Al Ayubi (14), tewas berlumuran darah di lokasi kejadian, di lapangan Desa Demung, Kecamatan Besuki.

Terdapat luka tusuk cukup dalam di bagian pangkal leher siswa kelas dua MTs (setara SMP) tersebut. Melihat korbannya ambruk, pelaku dan beberapa temannya diduga pelajar langsung melarikan diri.

Jenazah pelajar asal Dusun Pagar Carang, Desa Buduan, Kecamatan Subob, itu dievakuasi warga dan sejumlah temannya ke kamar jenazah RSU Besuki. Sementara pelaku hingga kini masih dalam pengejaran.

"Korban meninggal akibat luka tusuk senjata tajam di pangkal lehernya. Motifnya masih kami selidiki. Karena pelaku sendiri masih dalam pengejaran. Barang bukti yang diamankan, sementara baru pakaian korban yang banyak darahnya," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta, di RSU Besuki, Rabu (8/3/2017).
Satu tewas dalam tawuran pelajarSatu tewas dalam tawuran pelajar Foto: Ghazali Dasuqi

Keterangan detikcom menyebutkan, perkelahian antar pelajar itu terjadi sepulang sekolah, sekitar pukul 14.30 Wib siang tadi. Saat itu, korban yang pulang bersama rekan-rekannya tiba-tiba dicegat sekelompok pelajar lain, di lapangan Demung Kecamatan Besuki. Cek-cok pun sempat terjadi, sebelum dua kelompok pelajar itu terlibat perkelahian.

Di tengah perkelahian, Abdul Rahim Al Ayubi yang masih memakai seragam sekolah tiba-tiba ambruk. Tahu begitu, pelaku dan teman-temannya langsung memilih kabur. Mereka memilih meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah.

"Keterangan saksi, pelaku dan teman-temannya juga berstatus pelajar. Tapi kami belum tahu, apakah korban dan pelaku ini satu sekolah atau tidak. Karena sampai sekarang kami juga masih memintai keterangan saksi, termasuk dari teman-teman korban," papar I Gede Lila.

Sementara Direktur RSU Besuki, dr Budiono mengatakan, dari hasil otopsi diketahui korban mengalami luka tusuk tepat di bagian pangkal leher bagian bawah. Luka korban mencapai lebar 4 cm dengan kedalaman sekitar 20 cm.

"Korban meninggal akibat kehabisan darah, karena pembuluh darah besar lehernya putus. Tadi waktu dibawa ke sini korban memang sudah meninggal. Kemungkinan meninggal di TKP," tandas dr Budiono, yang memimpin langsung jalannya otopsi korban. (fat/fat)
Berita Terkait