"Kami terjunkan petugas ke sejumlah sekolah untuk mengantisipasi permen ini dijual kepala siswa. Namun sampai saat ini belum ditemukan," kata Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Rabu (8/3/2017).
Hari ini operasi dilakukan di wilayah selatan Pasuruan dan sekitarnya. Dan operasi dilanjutkan di semua wilayah di Kabupaten Pasuruan. "Besok akan kita lanjutkan lagi ke barat timur," jelasnya.
Yudha mengaku pihaknya akan fokus melakukan operasi ke penjual makanan, minuman dan makanan ringan di sekolah. Hal itu dilakukan karena pihaknya ingin melindungi para siswa jangan sampai mengonsumsi permen tersebut.
"Kami fokus ke sekolah-sekolah. Rata-rata permen seperti ini dijual di sekolah," ungkapnya.
Hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya peredaran permen dot di Kabupaten Pasuruan. "Tadi saya juga koordinasi dengan dinkes dan belum menerima laporan dan masyarakat. Meski demikian, kami akan terus operasi," pungkas Yudha. (fat/fat)











































