Kepala Bidang Kajian Strategis dan Kewaspadaan Kesbangpol Lamongan, Muhammad Rois mengaku razia gabungan ini pihaknya menyita ratusan permen dari berbagai merk.
Beberapa permen yang disita diantaranya permen keras, 38 box, jenis stix-stix pop 12, jel 1 box, permen jari 5 box. Ratusan permen itu dijual di Pasar Sidoharjo, Pasar Baru Lamongan dan diperjualbelikan di sekitar sekolah oleh toko maupun pedagang asongan.
"Kemasannya berwarna-warni dan berbeda-beda, ada yang seperti permen biasa dan ada kemasan yang berbentuk dot bayi dan seperti bolpoint," kata Muhammad Rois kepada wartawan di sela razia, Rabu (8/3/2017).
Rois mengungkapkan, ada 4 jenis permen yang berhasil ditemukan petugas gabungan. Termasuk botol permen diduga mengandung bahan berbahaya.
Rois mengaku, akan memasukkan sampel permen tersebut ke laboratorium untuk memastikan bahwa permen-permen tersebut mengandung narkoba.
"Karena ini kemungkinan narkoba jenis baru dan dikhawatirkan mempengaruhi pola fikir jangka panjang sehingga untuk jelasnya akan kita uji laboratorium," tandasnya.
Dia menuturkan, razia kali ini di titik beratkan ke sejumlah sekolah, terutama sekolah dasar. "Kami ada kekhawatiran peredaran narkoba jenis permen ini, kami lakukan razia agar tidak berlanjut peredarannya," kata Rois.
Sementara salah satu pemilik toko yang menjual permen di Pasar Tingkat Lamongan, Sri Mujayati mengaku membeli permen ini dari wilayah Kapasan Surabaya. Bahkan, permen keras yang berbentuk seperti dot bayi sangat laris.
"Saya jualan sudah lama, tidak tahu saya kalau ada kandungan narkoba," ujarnya seraya menambahkan kalau permen ini banyak yang beli untuk dijual lagi di sekolah-sekolah. (fat/fat)











































