Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, polda nantinya akan menyerahkan hasil uji lab permen dot tersebut ke BNN Kota Surabaya.
"Kita tidak bisa mempublikasikan hasil uji lab dari labfor. Labfor juga tidak berhak mempublikasikannya, karena itu permintaan user. Silahkan tanya ke BNN Surabaya," kata Barung saat dihubungi detikcom, Rabu (8/3/2017).
Peredaran permen dot di Surabaya beberapa hari ini menyedot perhatian karena dugaan mengandung narkoba yang membahayakan bagi anak-anak.
BNN Kota Surabaya juga mengirimkan tiga sampel permen ke Jakarta. Pengujian permen itu juga dilakukan di fasilitas laboratorium milik BNN.
Pengujian atas permintaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya juga dilakukan Balai Pusat Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya masih berlangsung.
Plt Kepala BBPOM Surabaya, Retno Kurpaningsih sendiri memastikan, hasil uji laboratorium untuk permen dot belum ada. Sebab, sampel baru masuk pengujian.
"Baru masuk lab Senin (6/3)," katanya saat dihubungi detikcom, Rabu (8/3/2017).
Ia sendiri berharap hasil uji laboratorium tersebut bisa segera didapatkan pekan ini juga. "Mudah-mudahan Jumat ini sudah keluar," imbuhnya. (roi/ugik)











































