Dan pasca kejadian tersebut, DKTR fokus evakuasi pohon yang kondisinya membahayakan pengguna jalan dan mengevakuasi batang dan ranting pohon yang patah dan berjatuhan.
"Sekitar 50 an tanaman yang rusak. Ada yang tumbang, ada batangnya yang patah dan ada pula yang sampai terangkat hingga akarnya," kata Kepala DKTR Surabaya Chalid Buchari pada detikcom, Rabu (8/3/2017).
Chalid menegaskan pihaknya saat ini terus melakukan pembersihan batang, ranting dan pohon yang tumbang akibat badai. Namun, evakuasi diutamakan pohon yang kondisinya mengkhawatirkan dan membahayakan pengguna jalan.
"Saat ini teman-teman terus bergerak tapi mengutamakan yang kondisinya miring lalu menggantung di kabel. Untuk yang sudah dipinggirkan, pasti akan kita angkut tapi kita utamakan yang kondisinya membahayakan pengguna jalan," ungkap Chalid.
Selain itu, DKTR juga terus melakukan perampingan pohon baik di luar jalan maupun di taman. "Kalau itu (perampingan ranting dan batang) itu hukumnya wajib a'in dan itu tiap hari kita lakukan," imbuhnya.
Sementara Chalid mengaku belum menghitung kerugian akibat badai yang 'menyapa' Surabaya sore kemarin. "Itu belum saya hitung berapa, kita fokus evakuasi tanaman yang kondisinya membahayakan pengguna jalan. Selain itu evakuasi pohon tumbang, batang dan ranting yang patah," pungkas Chalid. (ze/fat)











































