"Yang kami tahu beredar di Banyuwangi, masih dilakukan pengecekkan bersama pihak terkait. Nanti ditunggu hasilnya, karena itu kami belum berani merilis," ujar Gus Ipul usai membuka Munas Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Hotel Singhasari, Kota Batu, Selasa (7/3/2017).
Menurut dia, pendalaman masih terus dilakukan. Dan nantinya, Badan POM akan dilibatkan untuk mengetahui secara jelas kandungan dalam permen tersebut.
Sejauh ini, lanjut Gus Ipul, sesuai laporan yang diterima, permen diolesi zat tertentu hingga dapat membuat konsumen ketagihan. "Jadi permen diolesi, dan bisa ketagihan. Masih kita dalami dan sudah kami laporkan ke BNN Jawa Timur," ujar Gus Ipul menjawab pertanyaan wartawan.
Karena masih minim informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga tidak mengetahui sudah berapa lama, permen diduga mengandung zat berbahaya telah menjadi viral di media sosial itu beredar. "Yang baru kami dengar di Banyuwangi, berapa lamanya belum tahu. Nanti kalau sudah final akan dirilis," tegasnya.
Gus Ipul juga mengatakan, telah memperketat pengawasan di sejumlah titik yang diduga menjadi peredaran permen berbahaya itu. "Seperti yang dilaporkan, tempat-tempat diduga menjadi peredaran kini diawasi," tandasnya.
Seperti diberitakan, kabar permen diduga mengandung bahan berbahaya di Surabaya telah menjadi viral di media sosial. Bahkan, Pemkot Surabaya mengantispasi dengan menggelar razia di sekolah-sekolah. (bdh/bdh)











































