Dinkes kini menunggu hasil laboratorium permen yang sempat viral di media sosial.
"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan BPOM," kata Kepala Dinkes Surabaya drg Febria Rachmanita dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (7/3/2017) pukul 13.55 Wib.
Febi sapaan akrab Kadinkes Surabaya ini mengungkapkan, pihaknya bersama puskesmas di seluruh kecamatan melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap permen yang diduga mengandung bahan berbahaya dan biasa dijajakan di sekitar sekolah.
"Setelah dilakukan pengamanan teman trantib, langsung diserahkan ke puskesmas kemudian beberapa sampel dibawa ke kami dan kita serahkan ke BPOM," ujar Febi. (ze/bdh)











































