"Kita prihatin sekali dengan kondisi Pak Miskan ini. Hari ini juga akan kita bawa ke rumah sakit. Semuanya gratis, termasuk akan kita bantu biaya untuk yang menunggui Pak Miskan selama di rumah sakit," kata Ayub di lokasi, Senin (6/3/2017).
Menurut Ayub, semua warga miskin yang ada di Jember sudah tercover BPJS Kesehatan. Di luar itu, Pemkab Jember juga telah menganggarkan.
"Cuma ini mungkin memang kurang sosialisasi ya. Oleh karena itu, pemerintah daerah kita harapkan mensosialisasikan ke pemerintahan di bawahnya, baik itu di kecamatan maupun desa, bahwa semua warga miskin dijamin kesehatannya. Semuanya gratis kok," kata pria yang juga menjabat Ketua GP Ansor Jember.
Ayub juga menyampaikan rasa terima kasih kepada media yang telah memberitakan kondisi Pak Miskan. Karena pemberitaan itu bisa membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengetahui kondisi sosial warga.
"Ya karena ini era keterbukaan, maka pejabat nggak perlu malu (Jika ada berita tentang kemiskinan). Ayo kita bersama-sama, gotong-royong membantu sesama warga," katanya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Abdul Kholik mengaku baru tadi pagi mendapat kabar tentang kondisi Miskan.
"Tadi pagi saya mendapat kabar dari Dinsos ada warga saya yang tinggal di kamar mandi, makanya saya langsung cek," katanya.
Kholik berjanji akan melakukan pendataan lagi untuk mengetahui warganya yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan. Selama 20 tahun Miskan hidup di kamar mandi warga. Miskan yang menderita kelumpuhan akibat stroke itu, hidup di ruangan berukuaran 2 x 1,5 meter, yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus kamar mandi dan WC.
Baca juga: Derita Stroke, Warga Jember Ini 20 Tahun Tinggal di Kamar Mandi (fat/fat)











































