Mobil yang biasa digunakan petugas berpatroli ini terpaksa mengangkut penumpang yang menunggu hadirnya angkot. Banyak dari masyarakat tidak mengetahui, jika hari ini seluruh angkot mogok.
Mobil dinas Satpol PP, Dishub, serta bus sekolah membawa penumpang dari dan menuju Terminal Landungsari, Terminal Arjosari, Terminal Hamid Rusdi, dan Stasiun Besar Malang, silih berganti.
"Bagi penumpang yang menuju Arjosari sudah tersedia bus sekolah. Yang mau ke Gadang bisa naik truk Satpol PP," ucap petugas Dishub Kota Malang melalui pengeras suara di kawasan Stasiun Besar Malang, Senin (6/3/2016).
Puput, mahasiswi ini mengaku sudah menunggu angkot sejak pukul 08.00 WIB, di depan Stasiun Besar Malang. Dirinya bersyukur mendapat tumpangan, meski harus naik ke pikap milik Dishub Kota Malang, menuju Terminal Arjosari. "Dari tadi nunggu angkot, tapi tidak ada. Kita tidak tahu kalau ada demo," ungkapnya.
Sementara anggota Dishub Kota Malang Syamsul Arifin mengaku pihaknya ingin meringankan beban masyarakat yang kesulitan mencari angkot. "Kita sediakan armada, untuk beberapa tujuan," ujarnya ditemui di depan Stasiun Besar Malang.
Hingga pukul 11.00 WIB, aksi para sopir masih berlangsung depan Balai Kota Malang. Mereka menuntu Wali Kota Moch. Anton tegas dalam menyikapi hadirnya transportasi online. (fat/fat)











































