DetikNews
Kamis 02 Maret 2017, 15:36 WIB

Bu Kaya Makan Rumput

Dokter: Lansia Makan Rumput Rentan Kena Penyakit

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Dokter: Lansia Makan Rumput Rentan Kena Penyakit Foto: dok.ist
Surabaya - Betapa menyedihkan kondisi seorang nenek yang hidup sebatang kara di Jember ini. Sudah hidup sendiri, tinggal di rumah reyot, sang nenek juga pernah makan rumput karena tak punya beras.

Sang nenek yang diketahui bernama Sulimah atau lebih dikenal sebagai Bu Kaya itu mengaku beberapa kali terpaksa memakan rumput liar karena tidak memiliki beras. "Terakhir saya makan rumput sekitar 10 hari yang lalu," ungkapnya.

Rumput liar sendiri tentunya bukanlah sesuatu yang dapat dikonsumsi. Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, konsultan kesehatan cerna dar RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan, kendati tidak untuk dikonsumsi, tetapi rumput liar yang dimakan si nenek sebenarnya tidak terlalu berdampak pada kesehatannya.

Hal ini dikarenakan usia Bu Kaya yang sudah tergolong lansia. "Kebutuhan untuk kalorinya tidak sebesar usia produkti, tidak banyak aktivitas juga jadi makanan yang masuk tidak berpengaruh," jelasnya ketika dihubungi detikHealth, Kamis (2/3/2017).

Hanya saja, perlu diingat bahwa lansia rentan terhadap berbagai penyakit. Seperti diungkap dr Ari sebelumnya, bila tak dicuci bersih atau diolah dengan baik, rumput liar tersebut bisa saja mengandung jamur beracun.

Menariknya, Bu Kaya juga mengaku sering menelan abu sisa pembakaran dicampur air kapur untuk menjaga kesehatannya. Hal ini disambut kekhawatiran oleh dr Ari, mengingat pada prinsipnya abu sisa pembakaran jelas tidak untuk dikonsumsi.

Meski demikian, Bu Kaya mengaku dirinya sehat-sehat saja setelah mengonsumsi rumput liar dan abu sisa pembakaran.

"Yang menentukan dia sehat atau nggak itu bukan dia sendiri, tapi dokter setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Harus dicek dulu ginjal dan livernya gimana," tegas dr Ari.

Selain itu, bila kebiasaan ini dibiarkan, cepat atau lambat, Bu Kaya akan merasakan dampaknya sebab sumber kalorinya selalu kurang. "Lama-lama ya badannya bisa habis karena intake-nya selalu kurang," pungkasnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed