Oleh karena itu, pihaknya selama ini sudah memberikan bantuan berupa raskin. "Memang kondisinya sangat miskin. Dan kondisinya juga sering sakit-sakitan," katanya, Kamis (2/3/2017).
Mengenai pengakuan bu Rokayah yang sempat terpaksa makan rumput karena kelaparan, menurut Abdul Rohim, dulu selama dirinya 8 tahun menjadi kepala dusun (kasun) Krajan B, bu Rokayah termasuk orang yang rutin menerima raskin.
Foto: Yakub Mulyono |
"Bu Rokayah ini saya prioritaskan untuk dapat Raskin. Kalau umpamanya untuk masak sendiri saya kira cukup. Dan kalau ada kebutuhan-kebutuhan lain juga saya kasih," katanya.
Mengenai kondisi rumah Bu Rokayah yang tidak layak, Abdul Rohim mengaku tidak bisa memasukkan ke program bedah rumah. Alasannya, rumah tersebut tidak berdiri di atas tanah milik bu Rokayah sendiri.
"Karena tanahnya itu tanah kongsi, bukan hak milik, jadi belum memenuhi syarat untuk measuk program bedah rumah. Karena aturannya memang harus tanah hak milik," kata Abdul Rohim.
Sementara ditanya apakah bu Rokayah sudah masuk program BPJS, Abdul Rohim mengaku belum tahu. Namun jika melihat kondisi bu Rokayah yang sangat miskin, menurut Abdul Rohim seharusnya perempuan itu mendapat BPJS. "Kalau kondisinya seperti itu ya seharusnya memang dapat," katanya. (bdh/bdh)











































Foto: Yakub Mulyono