4 Nama Masuk Radar Cagub Jatim, Gus Ipul dan Risma Bersaing Ketat

4 Nama Masuk Radar Cagub Jatim, Gus Ipul dan Risma Bersaing Ketat

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 16:46 WIB
4 Nama Masuk Radar Cagub Jatim, Gus Ipul dan Risma Bersaing Ketat
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Ada empat tokoh yang berpeluang menjadi calon gubernur (cagub) Jawa Timur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim Tahun 2018. Mereka adalah Saifullah Yusuf (Gus Ipul-sekarang Wagub Jatim), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial) dan Abdulah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi).

Airlangga Pribadi Kusman, Direktur The Initiative Institute menerangkan, keempat nama yang ramai dan layak untuk menjadi Gubernur Jatim kedepan melalui pemberitaan media massa yakni, Gus Ipul, Risma, Khofifah dan Anas.

"Dari 380 berita yang kami kumpulkan mulai dari Agustus 2016 sampai 26 Februari 2017, melihat bahwa ada 4 nama yang muncul sebagai tokoh difavoritkan oleh media menjadi calon Gubernur Jawa Timur.

"Pertama, Pak Wagub Gus Ipul, menempati ekspose 34 persen dari pemberitaan selama 6 bulan," tuturnya.

Sedangkan urutan kedua yakni, Tri Rismaharini-Walikota Surabaya, sekitar 33 persen. "Selisihnya tipis antara Gus Ipul dan Risma. Meskipun pilgub masih setahun lebih dan Bu Risma sampai sekarang masih enggan menyatakan maju Pilgub Jatim," tuturnya.

Urutan ketiga yakni, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan menempati prosentase 15 persen.

"Kita tahu, beliau sebelumnya sudah ikut meramaikan dan menjadi kadindat penting dalam 2 Pilgub Jatim (2008 dan 2013)," tuturnya.

Keempat, adalah Abdullah Azwar Anas yang sekarang Bupati Banyuwangi, menempati urutan keempat dengan prosentase 11 persen.

"Selain keempat tokoh tersebut, juga ada nama yang masuk radar kami yakni AHY (Agus H Yudhoyono) sekitar 8 persen. Nama lainnya juga ada Abdul Halim Iskandar-Ketua DPRD Jatim, juga ada Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo)," tuturnya.

"Ke depan akan ada perang bintang. Dari 4 nama, yang punya power kekuasaan, dan punya basis politik, basis sosial yang kuat," terangnya. (roi/bdh)
Berita Terkait