Geruduk Kantor Desa, Warga Situbondo Tolak Menara Telekomunikasi

Geruduk Kantor Desa, Warga Situbondo Tolak Menara Telekomunikasi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 15:01 WIB
Geruduk Kantor Desa, Warga Situbondo Tolak Menara Telekomunikasi
Warga Desa Kotakan mendatangi balai desa/Foto: Ghazali Basuki
Situbondo - Berdirinya menara telekomunikasi di dekat pemukiman padat penduduk di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, menyulut emosi warga. Mereka pun ramai-ramai menggeruduk kantor desa setempat, Rabu (1/3/2017).

Warga menuntut menara telekomunikasi milik Telkomsel itu secepatnya dipindahkan, lantaran kontrak lahannya konon sudah habis. Tak hanya itu. Selama proses pemindahan, warga juga menuntut agar tower itu juga dinon-aktifkan.

Warga kesal, karena sejak berdirinya menara telekomunikasi pada tahun 2005 silam, berbagai kesepakatan tidak dipenuhi. Termasuk, janji pergantian alat-alat elektronik milik warga di sekitar tower yang rusak akibat sambaran petir, tidak pernah ditepati. Selain itu, janji pengelola tower untuk memberikan bantuan uang kas RT setempat juga isapan jempol.

"Janji memasang lampu penerangan jalan di sekitar tower sampai saat ini juga tidak terwujud. Warga sudah kecewa, tower itu harus dipindah. Hari ini juga tower harus dimatikan. Kalau tidak, besok warga akan turun jalan," tegas seorang warga, Anas Wijaya, di kantor Desa Kotakan.

Pengamatan detikcom menyebutkan, kehadiran puluhan warga ke kantor Desa Kotakan ditemui langsung sejumlah pihak terkait. Bukan hanya kepala Desa Kotakan saja. Perwakilan Telkomsel dan Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Situbondo, Nugroho, juga hadir. Ketegangan sempat mewarnai jalannya audiensi. Warga nyaris tidak menggubris penjelasan-penjelasan yang disampaikan perwakilan Telkomsel dan Nugroho.

Bahkan, seorang warga yang terlihat kesal tiba-tiba maju dan menggebrak meja, tepat di depan perwakilan Telkomsel, yang duduk bersebelahan dengan Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Bambang Irianto. Beruntung, ketegangan ini bisa segera dicairkan. Warga yang emosi juga berhasil diredam.

"Tolong warga tenang. Kami meminta agar hari ini segera ada keputusan. Kalau bisa segera buatkan surat pernyataan, kapan tower itu akan dipindah. Agar warga kami bisa segera tenang. Warga kesal, karena beberapa komitmen dari pengelola tower tidak ditepati," kata Kades Kotakan, Suriwan.

Namun, desakan membuat surat pernyataan untuk segera memindahkan tower itu tidak dipenuhi. Plt Kepala DPMPTSP, Nugroho justru menyampaikan masih akan membentuk tim terkait dengan usulan warga tersebut. Nugroho bahkan mempersilahkan perwakilan warga ikut masuk dalam tim. Namun, warga tetap saja bergeming. Mereka tetap ngotot tower harus dimatikan dan meminta ada kepastian pemindahan tower.

"Kalau soal mematikan tower, saya tidak bisa memenuhi. Karena jelas banyak warga yang akan dirugikan," tukas Kushartoyo, perwakilan telkomsel.

Hingga pertemuan berakhir, tetap tidak ada titik temu antara aspirasi warga dengan pihak Telkomsel. Warga pun bubar dan sempat melontarkan ancaman akan menyegel bangunan tower. Namun, ancaman itu berhasil dicegah. Sehingga warga pun memutuskan untuk turun ke jalan pada Kamis besok.

"Silahkan sampaikan aspirasi warga dengan tertib. Kami dari kepolisian akan mengamankan rencana warga untuk turun ke jalan besok," saran Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Bambang Irianto. (bdh/bdh)
Berita Terkait