Volunteer Pertanian 8 Negara Belajar Pertanian di Banyuwangi

Volunteer Pertanian 8 Negara Belajar Pertanian di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 17:50 WIB
Volunteer Pertanian 8 Negara Belajar Pertanian di Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Sebanyak 14 pelaku pertanian dari 8 negara belajar pertanian di Banyuwangi. Mereka bertukar pengetahuan penanaman padi dengan masyarakat Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore Banyuwangi, Selasa (28/2/2017).

Kegiatan yang akan digelar hingga 28 Februari mendatang ini, merupakan program Promoting Organisations that Work to Empower Rice Farmers yang dilakukan oleh John Deere, perusahaan yang bergerak dibidang pertanian bekerjasama dengan Mercy Corps Indonesia dan Pemkab Banyuwangi.

"Banyuwangi dipilih karena merupakan salah satu kabupaten penghasil beras terbesar di Jawa Timur. Selain tuan rumah, mereka berasal dari Singapura, Thailand, Malaysia, India, Amerika Serikat, Inggris, dan Austria," ujar Andi Ikhwan, Direktur Program Pertanian dan Layanan Keuangan Mercy Corps, kepada wartawan.

Para volunteer dari 8 negara tersebut, selama empat hari akan memberikan pelatihan tentang manajemen keuangan, promosi, pemasaran, serta mekanisasi dan peralatan pertanian pada petani. Tempatnya, akan digelar di rumah-rumah penduduk setempat.

"Ada empat lokasi nantinya. Lombok Timur, Lombok Barat dan Subang. Banyuwangi yang pertama digelar," tambahnya.

"Hasil dari kegiatan ini, akan digunakan untuk menyempurnakan pelaksaan program Power di Banyuwangi serta daerah lainnya. Ini untuk memperkuat kapasitas kelembagaan petani, sehingga mampu menyediakan pelayanan yang lengkap dan dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan petani padi," kata Andi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, luas tanam padi masyarakat sampai dengan pertengahan Februari sebesar 54.515 hektar. Dari luas itu 16.351 hektar telah panen dengan produksi gabah sebanyak 111.549 ton.

"Tahun ini panen raya padi bulan Maret-April dan Juli Agustus mendatang," kata Arief.

Arief mengatakan, surplus beras Banyuwangi cukup tinggi. Pada tahun 2016 lalu jumlah produksi beras Banyuwangi sebanyak 790.623 ton gabah atau setara 499.673 ton beras. Sedangkan jumlah konsumsi masyarakat 143.710 ton.

"Surplusnya mencapai 300 ribu ton lebih, sebagiannya dibawa keluar Banyuwangi," kata Arief. (fat/fat)
Berita Terkait