Wabup Blitar Marahi Lurah dan Camat Terkait Penanganan Miswan

Wabup Blitar Marahi Lurah dan Camat Terkait Penanganan Miswan

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 14:36 WIB
Wabup Blitar Marahi Lurah dan Camat Terkait Penanganan Miswan
Foto: Erliana Riady
Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Marhaenis Urip Widodo marah-marah di depan lurah, camat dan kepala SKPD terkait penanganan Miswan (75). Kakek sebatang kara yang lumpuh dan hidup di sebelah kandang ayam di Kecamatan Srengat.

Wabup sengaja mengajak mereka menindak lanjuti penanganan Miswan. "Masak lurah sama camat tidak tahu ada warganya dalam kondisi seperti ini. Padahal rumah lurahnya hanya berapa meter dari rumah beliau (Miswan). Ini ada apa," kata Marhaenis bernada tinggi di depan gubuk Miswan, Selasa (28/2/2017).

Tak hanya itu, bahkan petugas Puskesmas Srengat tak luput dari kemarahan Wabup Marhaenis. "Mereka baru kesini kemarin setelah berita sama videonya heboh di detikcom, gimana saya tidak marah. Bupati dan wakilnya harusnya dapat laporan dari mereka, bukan malah sebaliknya," ujar Henis dengan emosi.

Menurut Henis, kejadian ini seperti tamparan keras baginya karena Puskesmas Srengat menjadi juara lomba pelayanan kesehatan tingkat Provinsi Jatim.

Dinkes, Dinsos dan Dinas PU diajak Wabup Blitar berkoordinasi tindak lanjut penanganan Miswan. Langkah pertama, mengevakuasi Miswan dirawat di Puskesmas Srengat hingga Dinas PU Cipta Karya membuatkan bangunan layak huni dan higienis bagi Miswan.

Jika sudah kembali ke rumahnya, Dinkes bersama petugas kesehatan terdekat akan melakukan treatment perawatan dan pemberian bantuan sembako sampai satu tahun ke depan.
Kakek Miswan dievakuasi ke Puskesmas SrengatKakek Miswan dievakuasi ke Puskesmas Srengat Foto: Erliana Riady

"Saya juga minta segera dimutakhirkan data warga miskin di Kab Blitar. Biar dana yang kita siapkan tepat sasaran, saya tidak mau data atau laporan hanya berdasarkan hapalan, harus ada pembuktiannya," tambah Henis.

Sementara Ketua RT Edi Suyanto membenarkan jika Miswan belum terdata sebagai warga miskin yang berhak mendapat bantuan. Alasannya, Miswan berdomisili di Desa Kerjen Kec Srengat dan baru satu tahun ini tinggal di Desa Kauman.

Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Romelan, saat ditanya anggaran untuk pengentasan warga miskin mengaku ada bantuan sembako senilai Rp 200 ribu untuk 900 manula miskin se Kab Blitar.

"Bantuan sembako itu kami serahkan tiap bulan selama setahun. Jadi total anggaran untuk manula miskin dari Pemkab Blitar sekitar Rp 2,1 miliar untuk tahun ini saja," jelasnya.

Miswan, hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot di sebelah kandang ayam. Dalam kondisi lumpuh, kakek berusia 75 tahun ini harus menjalani kehidupan seorang diri.

Warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, ini hampir 6 tahun menderita lumpuh. Kelumpuhan itu terjadi saat, dia terjatuh dari pohon nangka. Tak ada seorangpun yang mengetahui bagaimana dia jatuh, hanya daun nangka pakan ternak berserakan di sebelah badan rentanya. (fat/fat)
Berita Terkait