Akibat Banjir, 150 Hektar Padi di Jombang Gagal Panen

Akibat Banjir, 150 Hektar Padi di Jombang Gagal Panen

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 28 Feb 2017 12:18 WIB
Akibat Banjir, 150 Hektar Padi di Jombang Gagal Panen
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Banjir akibat meluapnya Sungai Jatisari menerjang ratusan rumah di 3 desa, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Banjir mengakibatkan 150 hektar tanaman padi gagal panen. Selain itu, aktivitas belajar-mengajar di 2 SD terganggu.

Banjir menerjang ratusan rumah di Desa Pandanblole dan Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso. Hingga pukul 11.30 Wib, ketinggian air masih 50-100 meter. Kendati dikepung banjir, warga dua desa ini memilih bertahan di rumah masing-masing.

Sementara di Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, banjir merendam 150 hektare tanaman padi siap panen. Ketinggian air yang mencapai 1 meter membuat tanaman padi warga terendam sepenuhnya.

"Banjir ini akibat luapan Sungai Jatisari yang bermuara di Sungai Marmoyo. Padi yang siap panen bisa membusuk kalau lama terendam banjir," kata Kuat Purnama (49), warga setempat, Selasa (28/2/2017).

Tak hanya merendam rumah penduduk dan lahan pertanian, banjir juga mengganggu kegiatan belajar di dua SD, yakni SDN Pagertanjung dan SDN Pandanblole. Diki Gilang, murid SDN Pandanblole mengatakan, banjir merendam sekolahnya sejak dini hari tadi.

"Sekolah hari ini diliburkan karena air masuk ke dalam kelas," terangnya.

Sementara di SDN Pagertanjung, meski sekolah terendam banjir, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan. Para murid terpaksa belajar di tengah banjir tanpa memakai alas kaki.

"Tadi tetap belajar, ada beberapa murid yang tidak masuk," tandas Vina Nur Afiani, murid kelas 6 SDN Pagertanjung. (bdh/bdh)
Berita Terkait