DetikNews
Minggu 26 Februari 2017, 18:50 WIB

Pelempar Bondet ke Polisi Mojokerto Terkenal Sadis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pelempar Bondet ke Polisi Mojokerto Terkenal Sadis Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Tiga pria yang menyerang Aiptu (sebelumnya Aipda) Mukiyi, anggota Resmob Sat Reskrim Polres Mojokerto dengan bom ikan (bondet), merupakan spesialis pencuri pikap Mitsubishi L 300. Selain dikenal sadis, komplotan ini menjadi incaran petugas karena telah beraksi di 3 TKP.

Kapolres Mojokerto AKBP Rachmad Iswan Nusi mengatakan, ketiga pelaku yang menjadi incaran polisi adalah Hari, Solihin, dan Sohib. Komplotan maling ini asal Desa Pasrepan, Kecamatan/Kabupaten Pasuruan.

"Pelaku ini sudah menjadi atensi kami sejak 4 bulan yang lalu. Komplotan ini spesialis pencurian kendaraan L 300, mereka sudah pernah beraksi di Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang," kata Rachmad kepada wartawan, Minggu (26/2/2017).

Pada Sabtu (25/2) dini hari, lanjut Rachmad, komplotan ini akan kembali beraksi mencuri mobil Mitsubishi L 300 di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro. Aiptu Mukiyi seorang diri melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang berboncengan tiga mengendarai motor Honda Scoopy nopol W 3123 ET.

"Mereka merasa terancam saat dikejar anggota kami, kemudian menyerang Aiptu Mukiyi dengan melempar bondet lima kali," terangnya.

Kendati terluka parah di paha kiri, Aiptu Mukiyi berhasil melumpuhkan salah seorang pelaku. Pria bernama Sohib (35) itu terkena tembakan di betis kanan (sebelumnya betis kiri). Sementara dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

"Kami koordinasi dengan polres lain untuk menangkap dua pelaku ini. Kalau mereka tak menyerahkan diri, kami tindak tegas," ujarnya.

Atas insiden ini, Rachmad mengimbau kepada anggotanya dan masyarakat untuk berhati-hati dengan komplotan Sohib. Pasalnya, komplotan ini dikenal sadis. Selain bersenjata parang, para pelaku juga membawa bondet untuk mempertahankan diri.

"Mereka ini raja tega, kriminal yang berbahaya bagi petugas dan masyarakat," cetusnya.

Akibat perbuatannya, tambah Rachmad, Sohib dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan Pasal 170 subider Pasal 351 KUHP. "Ancaman hukuman mati," tandasnya.

Sementara itu, Aiptu Mukiyi masih menjalani perawatan di RS Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan. Anggota Resmob Sat Reskrim Polres Mojokerto akan mendapatkan penghargaan dari Kapolda Jatim.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed