Sejak pagi, tim gabungan dari TNI, polisi, Tagana, Orari, dinas sosial dan warga membongkar seluruh material bangunan yang roboh Jumat, (24/2/2017) kemarin. Proses pembersihan sisa bangunan dilakukan selama dua jam, mulai pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB. Selanjutnya langsung dilakukan pembangunan ulang.
"Hari ini suluruh tim bersama-sama untuk membantu mbah Bari. Kami berharap pembangunan ulang bisa segra terwujud, sehingga yang bersangkutan bisa menghuni rumahnya kembali," kata Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, Sabtu (25/2/2017) saat meninjau lokasi kejadian.
Menurutnya, untuk membantu korban bencana tersebut, pihaknya mengoptimalkan seluruh komponen yang ada, mulai swasta hingga organ pemerintah. Rencananya pemerintah juga akan mempercepat pemberian bantuan lain, agar korban Bari bisa kembali hidup dengan normal dan nyaman.
Foto: Adhar Muttaqin |
Sementara itu pemilik rumah, Bari mengatakan, peristiwa ambruknya rumahnya tersebut terjadi pada Jumat siang. Saat itu ia hendak menjalankan salat dhuhur di dalam rumah. Pada saat yang bersamaam tiba-tiba terdengar suara gemertak pada kayu-kayu yang ada di dalam rumahnya.
"Awalnya itu saya kira gempa bumi, tapi kok sepertinya rumah mau roboh, Kemudian saya jongkok dan masuk ke kolong meja, benar saja setelah itu terdenger gemuruh dan bruk," katanya.
Saat itu sejumlah tetangga korban yang mengetahui kejadian langsung berteriak histeris dan berusaha mencari keberadaan Bari. Beberapa warga sempat mengira jika korban telah tewas, karena seluruh bangunan ambruk.
"Warga ramai memanggil saya dari luar, kemudian saya jawab 'aku di sini'. Alhamdulillah saya masih selamat dan tidak mengalami luka," ujarnya.
Menurut sejumlah warga, setelah ditinggal mati oleh istrinya, Bari hidup sebatang sendiri. Sehari-hari ia menjalankan aktivitas sebagai tukang pijat keliling. Sedangkan anak angkatnya tinggal di rumahnya sendiri yang ada di luar desa.
Sebelum roboh, rumah Bari sempat beberapa kali dilakukan pembenahan, termasuk mendapat bantuan bedah rumah dari salah satu organisasi kemasyarakatan. Namun kurang perawatan, beberapa konstruksi rumah telah rusak dan dalam kondisi miring, hingga akhirnya roboh. (bdh/bdh)











































Foto: Adhar Muttaqin