Masalah yang akan dibawa tetap sama, yakni masih beroperasinya transportasi online di Kota Malang. Meski, pasca aksi, Senin (20/2/2017), Pemkot Malang sudah menyikapi dengan menutup kantor perwakilan transportasi online.
"Percuma ditutup kantornya, kenyataannya masih juga beroperasi. Karena mereka berbasis online," ujar Ketua Organda Kota Malang Rudy Soesamto kepada detikcom, Jumat (24/2/2017).
Rudy tidak memungkiri, adanya rencana aksi kedua ke Balai Kota Malang oleh armada taksi serta angkutan umum. Semua dipicu karena, belum adanya ketegasan menyikapi beroperasi transportasi online.
"Masalahnya, kita harus melengkapi izin, surat-surat, KIR, dan lain-lain. Sedangkan, mereka bebas beroperasi dengan plat hitam, tanpa takut dirazia. Ini yang kita pandang tidak adil," kata bos taksi di Kota Malang ini.
Menurut dia, aksi demo Senin besok merupakan jalan terakhir. Jika rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Malang digelar siang ini, menemui jalan buntu. "Kami ini hanya mengawal saja. Soal demo itu teman-teman ingin menyampaikan aspirasinya," ujarnya.
Pihaknya juga siap menjalankan saran dari Dinas Perhubungan Kota Malang untuk mengadu secara langsung kepada Kementerian Telekomunikasi dan Informasi serta Kementerian Perhubungan, soal beroperasi transportasi online di Kota Malang.
"Kami siap berangkat ke Jakarta, Dishub berjanji akan memfasilitasi katanya," ungkapnya.
Dia berharap, segera ada win win solusi hingga tidak mematik aksi demo para sopir angkutan serta taksi, kedua kalinya. Dibutuhkan, lanjut dia, ketegasan dari pemerintah daerah hingga para angkutan serta taksi tidak terancam kehilangan pendapatan.
"Teman-teman butuh ketegasan saja. Kami juga paham posisi pemerintah daerah tingkat dua," tegasnya.
Sudah beredar di media sosial, akan adanya aksi demo angkutan umum se-Malang Raya di Balai Kota Malang, Senin (27/2/2017), nanti. Sebaran dikeluarkam Forum Komunikasi Angkutan Umum Se-Malang Raya itu, tidak dibantah oleh Rudy Soesamto. "Iya itu, teman-teman butuh ketegasan atau kejelasan," ujarnya.
Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono hanya bisa berharap, aksi demo tidak terjadi lagi. "Surat pemberitahuannya begitu, tapi semoga tidak lah. Kasihan masyarakat nanti," kata Decky terpisah. (bdh/bdh)











































