Polisi Amankan Produsen Miras Palsu

Polisi Amankan Produsen Miras Palsu

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 23 Feb 2017 19:49 WIB
Polisi Amankan Produsen Miras Palsu
Produsen miras palsu diamankan (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Minuman keras (miras) merk terkenal yang dijual di kafe belum tentu asli. Bisa saja itu palsu karena polisi baru saja mengamankan produsennya.

Produsen miras palsu itu adalah Jessica Afanda Daromes, warga Lawang, Malang. Sejumlah merk miras yang dipalsukan Jessica adalah Jack Daniel's, Martell, Red Label, Black Label, dan Chivas.

"Kasus ini berawal saat kami mengamankan pengedar miras palsu ini di Jalan Setail atau di depan Kebun Binatang Surabaya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Kamis (23/2/2017).

Miras yang dipalsukan bermerk terkenalMiras yang dipalsukan bermerk terkenal (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Setelah diinterogasi, ternyata pengedar ini mengatakan bahwa miras yang dia edarkan memang palsu. Dia memperolehnya dari Malang. Penyelidikan membawa polisi ke rumah Jessica. Dan benar, Jessica memproduksi miras palsu itu di rumahnya sendiri.

Cukup mudah Jessica membuat miras palsu yang hasilnya sangat mirip dengan miras yang asli. Bahan yang digunakannya untuk membuat miras palsu adalah alkohol 96 %, air mineral, air cola, dan essence. Cara membuatnya adalah 10 liter alkohol, 10 liter air mineral, 4,5 liter cola, dan 1 tutup botol essence dimasukkan ke drum kecil.

Campuran empat bahan berbeda itu kemudian dicampur dan diaduk hingga tercampur rata. Campuran itu bisa menghasilkan 33 botol miras. Untuk botol miras dan kardusnya, Jessica mengaku mendapatkannya dari Amin yang bekerja di Cafe Hugo's Malang dan Fajar yang berada di daerah Alap-alap Rampal, Malang.

"Miras dan kardusnya dibeli dengan harga Rp 15-20 ribu," kata Shinto.

Botol miras kosong dibeli dari seorang pekerja kafeBotol miras kosong dibeli dari seorang pekerja kafe (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Untuk miras yang diproduksinya, Jessica menjualnya seharga Rp 120 ribu per botol. Jessica setidaknya memproduksi miras palsu seminggu sekali sehingga ia bisa mendapatkan laba Rp 3,6 juta per minggunya. Membuat miras palsu sebenarnya bukan hal asing bagi Jessica. Ia belajar dari suaminya yang kini mendekam di penjara dalam kasus yang sama. (fat/iwd)
Berita Terkait