Dia tewas tertimpa bongkahan batu kapur yang jatuh dari atas tebing tempatnya kerja setiap hari. Rekan korban, Kartonadi mengaku peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya hendak melakukan aktivitas penambangan batu kapur.
"Saat itu korban sedang mengumpulkan batu kapur bersama dengan teman-temannya. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba dari atas tebing ada bongkahan batu kapur yang jatuh dan menimpa korban. Karena datangnya tiba-tiba, korban tidak sempat menyelamatkan diri," kata Kartonadi di lokasi, Kamis (23/2/2017).
Atas kejadian ini, korban mengalami luka serius di kepala. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Puger Kulon. Namun nyawa korban tidak tertolong, hingga akhirnya meninggal dunia.
"Jatuhnya batu kapur kemungkinan akibat adanya kera yang bermain di atas tebing, sehingga ada batu yang terjatuh," ungkapnya.
Alasannya, selama ini memang sejumlah kera sering terlihat bermain-main di tebing batu kapur.
Kartonadi menambahkan, jika aktivitas penambangan dilakukan dengan meledakkan bongkahan batu, semua pekerja diminta berhenti beraktivitas dan menunggu sirine tanda aman berbunyi. Namun saat kejadian, pekerja sama sekali tidak mendengar sirine.
"Kalau bongkahan dari ledakan biasanya 10 menit ada sirine yang dibunyikan sebagai pertanda aman untuk bekerja. Sedangkan saat kejadian tidak ada sirine. Jadi di atas memang sedang tidak ada aktivitas penambangan," katanya.
Jajaran Polsek Puger yang mendapat laporan adanya kecelakaan kerja ini pun langsung mendatangi TKP. Petugas melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab-penyebab jatuhnya bongkahan batu tersebut.
"Sampai saat ini kami masih melakukan olah TKP. Namun dugaan sementara karena ada bongkahan batu yang jatuh dari atas tebing. Tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini, tetapi murni kecelakaan kerja," ujar seorang petugas yang datang ke lokasi.
Sementara Kapolsek Puger AKP Sudaryanto saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku masih sibuk. (fat/fat)










































