Bupati Emil Dardak Bicara Tangani Bencana

Bupati Emil Dardak Bicara Tangani Bencana

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 23 Feb 2017 09:00 WIB
Bupati Emil Dardak Bicara Tangani Bencana
Foto: Adhar Muttaqin/File
Trenggalek - Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengingatkan seluruh instansi yang terkait penanggulangan bencana agar tidak menunda menangani peristiwa alam di daerah masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan Emil dalam rapat kerja nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Yogyakarta pada 21-24 Februari. Menurutnya pemaparan yang tersebut sebagian besar merupakan pengalamannya saat menangani sejumlah bencana alam di Trenggalek.

"Pertama, Jangan sampai menunda penanganan bencana, karena setiap detik waktu itu sangat berharga. Ini kami buktikan sendiri saat mengatasi longsor di Trenggalek," kata Bupati Emil Dardak, Kamis (23/2/2017).

Penanggulangan bencana alam secara cepat, seperti tanah longsor, banjir maupun yang lain sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Diceritakan Emil, saat melakukan penanganan bencana tanah longsor di jalur utama Trenggalek-Bendungan, pihaknya menemukan pengalaman yang sangat berharga.

Upaya pembersihan longsor yang terjadi pada malam hari itu rencananya akan dilakukan keesokan hari. Namun ia memerintahkan jajarannya untuk sesegera mungkin melakukan proses pembersihan malam itu juga. Benar saja, sesaat setelah dilakukan pembersihan longsor, seorang ibu yang hendak melahirkan dan harus dirujuk ke RSUD Trenggalek melintas di jalur longsor.

"Kalau saja saat itu dilakukan penundaan penanganan, apa yang terjadi pada ibu dan bayinya," ujarnya.

Selanjutnya, orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini menjelaskan, agar tidak menunda penanganan bencana bila ada tanda-tanda kerusakan. Karena bila dibiarkan, tanda tersebut akan membesar dan bisa berakibat fatal.

Kondisi ini dialami olehnya dalam penanganan jalan berlubang yang terjadi pada ruas jalan nasional. Kondisi yang berlarut-larut dan keterbatasan kewenangan penanganan atas aset jalan berakibat terganggunya roda perekonomian masyarakat.

"Yang tidak kalah penting, jangan menganggap remeh hal-hal yang kelihatannya remeh. Seperti peralatan kebencanaan yang harus siap 24 jam, jangan sampai mengalami kendala hanya karena kunci gudang dibawa petugas yang sedang tidak jaga," imbuhnya.

Emil menambahkan, koordinasi lintas sektor juga penting dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan penanggulangan bencana. Termasuk memanfaatkan media sosial untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat.

"Terkait koordinasi, kami juga mendapat dukungan penuh DPRD, sehingga anggaran tak terduga mengalami kenaikan yang cukup signifikan," imbuh suami Arumi Bachsin ini.

Pemaparan yang dilakukan bersama tiga bupati dari daerah lain yang dinilai berhasil dalam menangani bencana ini, Emil mendapatkan apresiasi dari peserta rakernas BNPB. Bahkan beberapa daerah mengajukan agar Trenggalek menjadi rujukan dalam penanganan bencana.

"Rakernas BNPB ini lebih fokus pada penanggulangan bencana yang diarahkan pada upaya pengurangan risiko dan kesiapan menghadapinya. Ini untuk mendukung pembangunan nasional sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo," kata Emil Dardak. (fat/fat)
Berita Terkait