DetikNews
Rabu 22 Februari 2017, 14:50 WIB

Muncul Petisi Dukung Transportasi Online di Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Muncul Petisi Dukung Transportasi Online di Malang Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Muncul petisi mendukung agar moda transportasi online tetap bertahan di Kota Malang.

Sejak diunggah dua hari lalu, petisi berjudul 'Biarkan Moda Transportasi berbasis Online Tetap Berjalan di Kota Malang' sudah ditandatangani 919 orang. Itu diketahui setelah detikcom mengunjungi laman itu, Rabu (22/2/2017) sekitar pukul 14.00 wib.

Pemilik akun bernama Tama Tama mengalamatkan petisi kepada tiga pihak, yakni Wali Kota Malang Abah Anton, Kadishub Kusnadi dan seluruh warga masyarakat Kota Malang.

Diawal petisi, Tama memberikan ilustrasi tentang perubahan Kota Malang menjadi Kota Metropolis, dan salah satu kota terbesar di Jawa Timur. Selain itu kota yang dilengkapi lembaga pendidikan, wisata, serta menjamurnya bisnis kuliner.

"Ratusan ribu mahasiswa menuntut ilmu di kota ini (Malang), belum lagi wisatawan berkunjung ataupun singgah. Hal paling dibutuhkan apa, pasti moda transportasi," sebutnya.

Di mata Tama, angkutan umum seragam berwarna biru, 10 tahun ke belakang, memang sangat dibutukan masyarakat, tapi itu dulu, kata dia. Menurutnya, sudah pasti penumpang membutukan moda transportasi nyaman, aman dan murah.

Tetapi, kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang baik, tak juga terwujudkan. Hanya menjadi wacana saja. Di penghujung 2016, lanjut Tama, transportasi online mulai menyapa masyarakat Kota Malang.

Dengan bermodal kendaraan pribadi, mereka berupaya memberikan pelayanan terbaik. Banyaknya kekurangan moda transportasi konvensional, khususnya pelayanan, menjadikan masyarakat cenderung memilih transportasi online.

Dia pun menyebut, hanya masyarakat yang bisa menilai atau menentukan moda transportasi yang dikehendaki. Kepada Abah Anton, Wali Kota Malang, Tama berharap, bisa mewujudkan transportasi yang diinginkan masyarakat.

"Karena pemimpin yang baik, adalah yang mau mendengarkan keluh kesah masyarakatnya," kata Taman diakhir petisi.

Wali Kota Malang Moch. Anton hanya bisa menyampaikan, bahwa moda transportasi sementara bisa beroperasi di Kota Malang, adalah yang memiliki badan hukum.

Pernyataan ini disampaikan Anton di hadapan para sopir angkutan umum dan taksi saat menggelar aksi demontrasi depan Balai Kota Malang beberapa waktu lalu.

"Untuk sementara sesuai aturan yang ada. Ini soal hak asasi, sebenarnya," ujar Anton bimbang.

Berikut isi lengkap petisi tersebut:

Tidak bisa d pungkiri kota malang telah tumbuh menjadi kota metropolitan dan salah satu kota terbesar di jawa bagian timur. Mulai dari pariwisata - kuliner - pendidikan - MICE tumbuh subur d kota ini. Ratusan ribu pendatang masuk kota malang setiap tahun, terutama para pelajar-mahasiswa yang menuntut ilmu di kota ini. Selebihnya wisatawan yg berkunjung atau singgah. Hal utama yang dibutuhkan apa? Sudah barang pasti moda transportasi salah satunya. Sebagai catatan, saya lahir di malang tahun 1992, sejak saya TK sampai sekarang 2017 transportasi umum yang masih bertahan adalah "Angkot warna Biru" bahkan mungkin jauh sebelum saya lahir moda transportasi itu sudah ada, selebihnya adalah taksi konvensional. Apakah itu sudah cukup untuk kota malang dan sekitarnya ? Untuk 10 tahun kebelakang mungkin iya, tapi untuk malang raya sekarang dengan segala problematikanya ? Jelas tidak, penumpang pasti butuh transportasi yang nyaman - aman - dan mudah di dapat tanpa harus oper2 angkot beberapa kali hanya untuk satu tujuan saja. Sempat ada wacana akan ada bus trans maya yang akan menghubungkan kota malang - kabupaten malang - kota wisata batu beberapa tahun belakangan. Tapi namanya wacana akhirnya juga cuma jadi wacana saja tanpa ada kejelasan. Hanya bus sekolah gratis saja yang alhamdulillah bukan sekedar wacana tapi terealisasikan adanya. Untuk masyarakat umum bagaimana? Jawabannya NIHIL. Di sekitaran akhir tahun 2016 kemarin di kota malang sudah bisa di jumpai dan dipesan juga beberapa moda transportasi berbasis online seperti Go-jek, Uber dan Grab. Apakah itu membantu permasalahan transportasi di kota malang? Belum, tapi cukup membantu untuk saat ini, bagaimana konsumen hanya perlu memanggil atau order hanya melalui aplikasi di hp masing2. Cukup mudah dan praktis, dan lagi tidak perlu repot2 tunggu ngetem, atau oper beberapa kendaraan di satu tujuan. Mulai dari kenyamanan - keamanan - dan juga hemat waktu membuat transportasi berbasis online mulai di minati di kota malang yang sebagian besar penghuninya adalah para pendatang, pelajar, mahasiswa luar daerah dan sisanya adalah masyarakat umum yang mungkin tidak menggunakan kendaraan pribadinya. Akan tetapi, kehadiran transportasi berbasis online ini juga mau tidak mau membuat gejolak terutama untuk para pengemudi angkot warna biru dan sebagian pengemudi taksi konvensional. Persaingan dan perbandingan? Sudah sangat jelas, dari segi kendaraan saja sudah nampak perbandingannya sangat jauh. Masyarakat pasti akan lebih memilih moda transportasi yang nyaman dan aman seperti transportasi online yang saya sebutkan di atas, atau paling buruknya, mereka lebih memilih kendaraan pribadi dengan segala permasalahannya seperti macet dan tempat parkir yang terbatas. Oleh karena itu masyarakat lah yang bisa dan menentukan mau memilih moda transportasi yang akan di gunakan. Untuk saat ini transportasi online bisa jadi solusi dan kedepannya pihak pemkot malang - pemkab malang - dan pemkot batu menyediakan transportasi masal yang nyaman dan aman. Tentunya tidak menggantungkan pada angkot yang mohon maaf kondisinya sudah sama sekali tidak nyaman untuk d gunakan, belum lagi kondisi kendaraan ( saya berkali-kali menjumpai angkot dgn kondisi lampu utama malam hari tidak nyala, kaca belakang mobil tidak ada dan di ganti lembaran plastik, belum lagi harus menunggu lama karena ngetem. Kami paham bahwa angkot itu kejar setoran, tapi kenyamanan dan pelayanan terhadap penumpang juga harus di perhatikan). Terakhir dari saya semoga gejolak antara taksi online - ojek online dengan pihak2 yang merasa tersaingi segera mereda dan ada jalan keluar yang baik yang dapat di ambil tanpa harus ada salah satu pihak yang dirugikan atau diuntungkan. Dan bagi pihak2 yang merasa tersaingi dengan adanya transportasi berbasis online mohon agar anda semua bisa berbenah mulai dari kenyamanan kendaraan, kondisi kendaraan, keramahan pengemudi dll. Karena pada dasarnya saya, dan semua masyarakat umum lainya berhak memilih moda transportasi apa yang akan kami gunakan dan kami pilih. Semoga petisi ini mampu merubah dan menggugah para pengusaha angkot, taksi konvensinal, dishub kota malang, organda, dan juga yang paling kami hormati walikota malang "Abah Anton" bisa dan dapat menyediakan apa yang kami butuhkan dan kami perlukan. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan keluh kesah masyarakatnya dan sebisa mungkin menyelesaikan masalah2 tersebut. Terima kasih
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed