"K3 ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas karyawan. Bila perusahaan menerapkan K3 dengan baik, maka produktivitas karyawan juga akan meningkat. Perusahaan juga mencapai target dan meraih kesuksesan," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf usai acara Penganugerahan Gelar Ketenagakerjaan 2017 di Gedung JX International, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (21/2/2017).
Katanya, bila K3 diterapkan dengan baik, akan mengurangi resiko kecelakaan kerja. Para pekerja juga dapat melakukan pekerjaannya dengan maksimal, tidak terganggu oleh bahaya atau kecelakaan kerja yang mengancamnya.
Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini berharap, dari total 38.368 perusahaan di Jawa Timur, bisa menerapkan prosedur K3 dengan baik. Sedangkan jumlah tenaga kerja sebanyak sekitar 3 juta orang terdiri dari 3.049.947 warga negara Indonesia, sedangkan 4.514 warga negara asing (WNA).
"Saya mengajak pimpinan perusahaan untuk lebih memperhatikan sistem manajamen keselamatan dan kesehatan karyawan. Perusahaan harus memandang karyawan sebagai aset, bukan beban," tuturnya.
"Karyawan juga punya nilai penting dalam mewujudkan kesuksesan perusahaan. Inilah yang disebut human capital, dimana karyawan sebagai aset harus dirawat sehingga produktif, hingga membawa keuntungan bagi perusahaan," jelasnya sambil menambahkan, dirinya mengapresiasi penganugerahan K3 bagi perusahaan di Jatim.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Soekardo mengatakan, penganugerahan gelar ketenagakerjaan ini sebagai bentuk motivasi bagi pemangku kepentinga seperti kepala daerah maupun stakeholder (perusahaan).
"Untuk membangun hubungan industrial yang lebih baik di masa depan. Penganugerahan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah provinsi Jawa Timur dalam menciptakan suasana kondusif di dunia industri," terangnya.
Dalam acara tersebut, Wagub Saifullah Yusuf secara simbolis memberikan 51 penghargaan terdiri dari 9 penghargaan bagi Bupati kategori Kabupaten Pembina K3 atau Zero Accident yakni, Gresik, Pasuruan, Tuban, Sidoarjo, Lamongan, Blitar, Probolinggo, Jombang dan Bojonegoro.
Kategori kabupaten/kota Pembina LKS Bipartit perusahaan besar Tahun 2017 yakni, Kota Surabaya dan Kabupaten Malang. Penghargaan kategori kabupaten pembina LKS Bipartit Padat Karya yakni Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Madiun. Kabupaten pembina transmigrasi yakni Ngawi, Magetan dan Situbondo.
Serta penghargaan bagi 27 perusahaan kategori P2-HIV AIDS di tempat kerja, 38 perusahaan kategori LATPRO implementasi 5S/5R. 30 perusahaan kategori pemagangan. 10 Perusahaan kategori CSR.
Setelah acara penganugerahan gelar ketenagakerjaan, juga dilanjutkan dengan job market fair yang diikuti 60 perusahaan, dan tidak dipungut biaya alias gratis. (roi/bdh)











































