detikNews
Selasa 21 Februari 2017, 18:00 WIB

Cegah Anthrax, Dinas Pertanian Trenggalek Suntik Hewan Ternak

Adhar Muttaqin - detikNews
Cegah Anthrax, Dinas Pertanian Trenggalek Suntik Hewan Ternak Kambing dan sapi disuntik cegah anthrax/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menyisir hewan ternak sapi dan kambing di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu untuk disuntik antibiotik. Ini mencegah penyebaran penyakit yang diduga antraks tidak meluas.

Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Ririn Haristyani mengatakan, sasaran penyuntikan ini adalah seluruh hewan ternak di zona merah dan kuning atau wilayah berdekatan dengan temuan kasus suspek antraks.

"Ini sebagai langkah pencegahan, karena sapi atau kambing dengan gelaja-gejala seperti terserang antraks, dengan suntikan antibiotik masih bisa disembuhkan," kata Ririn di lokasi, Selasa (21/2/2017).

Menurutnya, proses penyisiran hewan ternak di Desa Ngepeh ini dilakukan selama 7 hari dan saat ini dilakukan pengulangan selama 2 hari sekali. Selain penyuntikan sapi dan kambing, pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang-kandang ternak.

"Kami juga mengimbau para peternak yang berada di zona merah, kuning dan hijau untuk sementara agar tidak melakukan aktiftas jual beli ternak dari luar wilayah. Sehingga lalu lintas ternak dapat terkontrol dengan baik," ujar dokter hewan ini.

Ririn menjelaskan, untuk mengetahui secara pasti asal muasal penyebaran penyakit yang diduga antraks, Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek serta Balai Besar Veteriner juga melakukan penyelidikan dan investigasi tentang asal-usul sapi yang diduga terserang bakteri antraks. Investigasi tersebut menelisik hingga kesejumlah kejadian serupa yang pernah terjadi dua tahun lalu.

"Seperti di rumah Toimin ternyata setahun yang lalu juga pernah menemukan sapi sakit dengan ciri-ciri mirip antraks, kemudian di peternak lain pernah juga mengalami hal yang sama, bahkan empat orang mengalami luka bengkak setelah menyembelih sapi sakit," imbuhnya.

Sementara Toimin, salah satu peternak sapi di Desa Ngepeh menyambut baik langkah yang diambil dinas pertanian yang melakukan tindakan cepat terhdap peternakan sapi di desanya. Pihaknya berharap, dugaan penyakit antraks dapat dikendalikan dan tidak menyebar ke wilayah lain.

"Sapi saya sendiri sudah empat ekor yang mengalami sakit seperti itu dan yang terakhir itu sapinya saya sembelih, ternyata ada pembengkakan limpa dan darahnya berwarna hitam," ujarnya.

Toimin mengaku, pascapenyembelihan sapi yang diduga antraks, salah satu tangannya yang luka, mengalami pembengkakan dan tidak kunjung sembuh. Namun saat ini kondisi luka yang ada di tangan mulai berangsur-angsur membaik.

Di sisi lain, meskipun dari sejumlah ciri-ciri mengarah ke antraks, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek belum berani menetapkan penyakit yang menyerang sapi di Desa Ngepeh. Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sejumlah sampel tanah, kotoran yang ada di kandang sapi milik Toimin.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com