Bupati Pasuruan Dukung Pemda Diberi Wewenang Perbaiki Jalan Rusak

Bupati Pasuruan Dukung Pemda Diberi Wewenang Perbaiki Jalan Rusak

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 20 Feb 2017 17:52 WIB
Bupati Pasuruan Dukung Pemda Diberi Wewenang Perbaiki Jalan Rusak
Foto: Muhajir Arifin/File
Pasuruan - Gubernur Soekarwo meminta pemerintah pusat memperbolehkan daerah membantu penanganan jalan rusak. Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf mendukung usulan tersebut. Sebab, pemerintah daerah memiliki tanggungjawab atas keselamatan warganya.

"Saya sangat setuju dengan Pakdhe (Soekarwo). Ini bukti pertanggungjawaban pemda kepada masyarakatnya," kata Irsyad Yusuf atau Gus Irsyad di sela kesibukannya, Senin (20/2/2017).

Ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Pasuruan rusak cukup parah di sejumlah titik. Kerusakan berupa lubang terpantau di jalur Surabaya - Malang, juga di jalur pantura mulai Gempol hingga Kota Madya Pasuruan. Kerusakan jalan sering memakan korban jiwa.

Ia mengaku sudah 'gatal' dan ingin melakukan perbaikan melihat kondisi jalan nasional yang rusak ,sementara perbaikan yang dilakukan lambat. Namun, upaya perbaikan yang ingin dilakukan terbentur aturan.

"Pemerintah pusat kan tidak langsung bersentuhan dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Kebijakan-kebijakan pusat yang juga sering tidak efektif. Semestinya segera dievaluasi," tandas Gus Irsyad.

Oleh karena itu, seharusnya pemerintah daerah diperbolehkan ikut serta membantu melakukan perbaikan jalan nasional yang rusak dan dikelola Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII.

"Untuk jalan nasional, masyarakat kan nggak mau tahu itu wewenang pusat. Pemerintah daerah sering disalahkan," tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Jatim Soekarwo, meminta pemerintah hingga KPK, BPK, Kejaksaan mengizinkan pemerintah daerah ikut memperbaiki jalan rusak. Kerusakan jalan hampir terjadi di semua daerah di Jawa Timur, terutama di jalan nasional. Bahkan warga di beberapa daerah melakukan aksi perbaikan jalan karena sering menelan korban jiwa.

Jalan di Provinsi Jawa Timur memiliki panjang 1.421 Km. Dari jumlah tersebut, pada semester I, jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 13,811 persen atau sepanjang 196,255 Km. Sedangkan di semester II, kerusakan menjadi 158,17 Km. (fat/fat)
Berita Terkait