Akibatnya, lima anggota keluarga yang sedang tidur luka-luka. Mereka yakni Salaman (48), Siti (48), Sunarya (40) dan Nisa (6) mengalami luka ringan, Faisol (18) patah tulang dan dilarikan ke RS Krikilan dan Rohmat (8), tidak sadarkan diri dibawa ke RS Al Huda Genteng.
Tak hanya membuat lima penghuninya mengalami luka, pohon tumbang sempat menutup jalan dan memacetkan jalan Banyuwangi-Jember melalui pegunungan kumitir.
Pohon beringin tumbang timpa rumah yang dijadikan warung Foto: Ardian Fanani |
Kapolsek Kalibaru, AKP Bambang Suprapto mengatakan, insiden tumbangnya pohon raksasa ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Cuaca saat itu gerimis dan tidak ada angin.
"Keterangan warga, pohon tiba-tiba tumbang, tak ada hujan tak ada angin. Memang turun hujan tapi tidak deras. Angin tidak ada," kata kapolsek kepada detikcom.
Polisi, lanjut Bambang, dibantu warga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. Pohon tumbang yang menutup jalan langsung dibersihkan, mengantisipasi macet di perbatasan Banyuwangi dan Jember.
Pohon beringin tumbang timpa rumah Foto: Ardian Fanani |
"Kita langsung bersihkan untuk mengantisipasi macet. Sementara lalu lintas kita lakukan sistem buka tutup," tambah AKP Bambang.
Hingga pukul 10.00 WIB, jalur lalu lintas di lokasi Banyuwangi-Jember masih dilakukan sistem buka tutup. Kayu-kayu yang berserakan masih proses pembersihan yang dilakukan polisi perhutani dibantu warga. Pengguna jalan pun masih memadati lokasi. (fat/fat)












































Pohon beringin tumbang timpa rumah yang dijadikan warung Foto: Ardian Fanani
Pohon beringin tumbang timpa rumah Foto: Ardian Fanani