"Sekarang sudah bukan zamannya embel-embel pencitraan tapi saatnya daerah yang dicitrakan. Citra bupati itu tidak penting tapi menjaga citra daerah itu menjadi yang terpenting. Daerah kita ini perlu dicitrakan positif, pariwisatanya, ekonomi kreatif nya," papar Anas saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (16/2/2017).
Banyuwangi Festival (B-Fest), kata Anas, sebagai salah satu upaya menjaga dan mengembangkan destinasi serta tradisi lokal Banyuwangi. Infrastruktur pariwisata dan peningkatan kesadaran masyarakat di sekitar destinasi wisata yang menjadi prioritas utama pembangunan pariwisata.
Dari jumlah APBD Banyuwangi sebesar Rp 2,943 triliun, anggaran untuk pelaksanaan 72 kegiatan B-Fest di tahun 2017 tidak lebih dari 1 persen, dari total anggaran pariwisata. Jumlah tersebut sudah termasuk promosi, pelaksanaan 72 agenda B-Fest dan pembenahan infrastruktur pariwisata.
"Kami terus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan citra positif Banyuwangi. Opini positif tentang Banyuwangi dan spirit optimisme harus terus disebarluaskan untuk meningkatkan kepercayaan publik," tegas Anas.
Gelaran festival yang diadakan sepanjang tahun mencatat adanya dampak kunjungan pariwisata. Anas menjabarkan, tahun 2014 kunjungan wisatawan domestik sebesar 1,07 juta dan meningkat drastis menjadi 4,07 juta pengunjung. Sementara wisatawan mancanegara pada 2014, terhitung sebanyak 45 ribu dan naik menjadi 77 ribu wisatawan tahun 2015.
Jumlah kunjungan belajar ke Banyuwangi juga melonjak seiring inovasi dan peningkatan prestasi pelayanan publik. Tahun 2016 ada 24 ribu tamu mengunjungi Banyuwangi untuk studi banding dan tahun ini diperkirakan ada 50 ribu tamu datang untuk belajar ke Banyuwangi.
"Ini capaian kinerja masyarakat, karena kita menjaga citra daerah yang semakin positif sehingga menjadi daerah yang aman dan nyaman untuk dikunjungi," ungkap kader NU terbaik tersebut.
Meski begitu, Anas tak menampik hasil survei LSI yang membuktikan jika ada 2,74 persen warga Banyuwangi yang tidak suka dengan adanya B-Fest dan gaya kepemimpinan Anas-Yusuf. Anas menyadari betul tentang penilaian itu, menurutnya sebagai manusia pasti ada sisi kelemahan yang perlu diperbaiki.
"Sempurna 100 persen itu tidak ada, itu milik Allah. Malah saya kira ada 30 persen yang tidak sepakat tentang B-Fest, ternyata tidak. Dari survei itu saya bersyukur masyarakat puas dengan hasil pembangunan dan kepemimpinan kami," tutup pria berkaca mata tersebut. (fat/fat)










































