Karena itu KBS menghadirkan feeding time alias memberi makan komodo untuk menarik pengunjung. Komodo remaja atau juvenille diberi pakan tikus putih.
"Kami menyediakan sekitar 140 ekor tikus putih untuk empat kandang komodo remaja. Komodo remaja diberi pakan tikus putih untuk mengasah insting pemburuan mereka seperti di alam liar," kata Humas PDTS KBS Laily Widya Arishandi dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (15/2/2017).
Laily mengatakan, setiap kandang komodo remaja terdiri dari enam hingga delapan ekor. Sehingga satwa dengan nama latin "Varanus komodoensis" itu diberi pakan 35 ekor tikus putih tiap kandang.
"Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana komodo remaja mengejar mangsanya seperti di alam liar. Para komodo remaja akan bergerak cepat untuk mencari mangsanya yang bersembunyi di sela-sela pohon atau tempat lainnya," katanya.
Menurut dia, "Feeding time" komodo berjalan sekitar 15 menit di area masing-masing kandang. Setiap kandang terdapat perawat satwa atau keeper untuk memeriksa dan mengawasi komodo remaja yang kurang aktif bergerak.
"Jadi ketika komodo itu tidak mau makan atau malas untuk mengejar mangsanya, para perawat satwa akan mengawasi dan memeriksanya. Perawat satwa akan mengarahkan komodo untuk mendapatkan mangsanya, misalnya mendekatkan mangsanya ke komodo tersebut," tuturnya.
Untuk makan besar komodo, lanjut Laily, diberikan setiap tanggal 5 dan 20. Para kadal terbesar di dunia itu akan diberi pakan daging kambing dan kepala ayam. Sedangkan bagi komodo remaja, setiap minggu akan diberi pakan tikus putih.
Feeding time cukup efektif juga mendongkrak peningkatan jumlah pengunjung. Jumlah pengunjung libur nasional pilkada serentak kali ini mencapai 7.440 pengunjung. Penetapan hari libur nasional mempengaruhi jumlah pengunjung di PDTS KBS, yang biasanya hanya 2.000 hingga 2.500 pengunjung. (iwd/gik)











































