"Kami optimis dan melaksanakan hitung cepat sendiri di Kantor DPC PKB Kota Batu yang juga menjadi posko pasangan nomor 3," kata Hairuddin berbincang dengan detikcom, Rabu (15/2/2017) siang.
Hairuddin berdoa, suara yang sudah diberikan oleh pemilih kepada dirinya tidak akan berubah sampai proses rekapitulasi oleh KPUD Kota Batu.
"Kami harapkan suara yang dipilih warga untuk kami tidak berubah," ungkapnya.
Hairuddin pun mempercayai hitung cepat posko, akan sesuai dengan perolehan suara di seluruh TPS yang ada. Karena pendataan dilakukan dari saksi yang bertugas di 420 TPS.
"Pasti akan sesuai di lapangan," tegasnya.
Hairuddin sendiri memilih berada di kediamannya Perum Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Karena banyak kerabat dan kolega datang silih berganti memberikan dukungan.
"Saya di rumah, berdoa, khataman Qur'an. Banyak tamu juga," kata pengurus Hiswana Migas Malang ini.
Ditanya mengenai minimnya pemilih hadir di TPS 11, RW08, Desa Mojorejo, dimana dirinya mencoblos? Hairuddin pertama sangat menyayangkannya, tetapi, menurut dia, ini merupakan proses demokrasi. Siapa saja berhak memilih dan menggunakan hak suaranya.
"Ini demokrasi, semua punyak hak masing-masing," tegasnya.
Dari catatan TPS 11, ada sebanyak 351 pemilih masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), terdiri dari 185 pemilih perempuan dan 166 pemilih laki-laki.
Hingga batas waktu pencoblosan pukul 1 siang. Sebanyak 151 pemilih tidak menggunakan hak suaranya.
KPPS 11 Desa Mojorejo, Joko Wahyudi berdalih, minimnya pemilih datang ke TPS, banyak faktor. Diantaranya, pemilih yang mayoritas adalah warga perumahan, mereka jarang menetap atau tinggal lama di Kota Batu.
Kendala lain adalah, banyak warga masuk dalam DPT sudah berusia lanjut, dan banyak pula mereka sudah pindah alamat, namun masih masuk dalam DPT.
"Ada yang pindah juga," kilahnya. (ugik/ugik)










































