Mesin tersebut berdiri di teras depan Polres Trenggalek. Seperti mesin ATM pada umumnya,mesin ini memerlukan kartu untuk 'bertransaksi'. Hanya saja yang keluar bukanlah uang, melainkan beras.
Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman mengatakan, mesin yang ada di Polres Trenggalek itu merupakan ATM beras yang sengaja disediakan untuk menyalurkan bahan pokok untuk warga miskin.
"Ini adalah salah satu terobosan dan inovasi program unggulan 'polisi peduli sesama' (P2S). Di satuan Polisi seluruh Indonesia, hanya Polres Trenggalek yang memiliki ATM beras semacam ini," kata Donny kepada detikcom, Rabu (15/2/2017).
Diperlukan kartu ATM beras untuk 'bertransaksi' (Foto: Adhar Muttaqin) |
Menurutnya, sistem operasional mesin canggih tersebut hampir mirip dengan ATM yang digunakan untuk menarik uang dan hanya cukup menggunakan kartu khusus.
Donny mengaku akan bekerja sama dengan Pemkab Trenggalek untuk menentukan warga miskin yang berhak mendapatkan kartu ATM beras. Nantinya, setiap rumah tangga sasaran bisa mengambil beras satu bulan sekali dengan waktu 24 jam penuh.
Warga mengambil beras dari ATM beras Foto: Adhar Muttaqin |
Disinggung terkait penyediaan beras di masing-masing mesin ATM beras, kepolisian akam bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk relawan, iuran anggota kepolisian, maupun dari para donatur lain.
Pihaknya berharap, ATM beras bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Trenggalek sekaligus sebagai contoh program penyaluran beras untuk warga miskin yang praktis dan tepat sasaran. (iwd/iwd)












































Diperlukan kartu ATM beras untuk 'bertransaksi' (Foto: Adhar Muttaqin)
Warga mengambil beras dari ATM beras Foto: Adhar Muttaqin