Begini Cara Banyuwangi Kurangi Pengangguran

Begini Cara Banyuwangi Kurangi Pengangguran

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 14 Feb 2017 18:35 WIB
Begini Cara Banyuwangi Kurangi Pengangguran
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mendorong anak-anak muda bisa mandiri dan membuka usaha. Tak hanya itu saja, Pemkab Banyuwangi juga menggelar pembekalan dan pelatihan untuk para pengangguran. Dalam tahun ini sebanyak 600 pelatihan akan digelar Pemkab Banyuwangi.

Salah adalah pelatihan perbengkelan yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Genteng, Selasa (14/2/2017). Pelatihan ini diikuti 160 pemuda yang berasal dari 16 desa dari berbagai kecamatan. Sementara instruktur diambil dari guru SMK tersebut.

"Ini ikhtiar kami mengentaskan pengangguran. Dengan pelatihan ini, kita ingin melahirkan pemuda-pemuda yang memiliki ketrampilan tertentu, yang bisa menjadi bekal untuk berwirausaha. Mereka yang ikut pelatihan ini adalah pemuda desa yang memang memiliki keinginan kuat untuk maju," kata Bupati Banywuangi Abdullah Azwar Anas saat membuka pelatihan perbengkelan.

Menurut Anas pelatihan ini disinergikan dengan pelatihan siswa SMK. Hal ini untuk mengintegrasikan setiap program pelatihan pemerintah dengan SMK. "Sengaja kita optimalkan dengan SMK, karena selain memiliki tenaga ahli, mereka juga terdapat fasilitas yang memadai," ujarnya.

Selain perbengkelan, pemkab juga akan melibatkan jurusan lain di sejumlah SMK untuk sinergis pelatihan ini. Seperti pelatihan batik digelar di SMK yang memiliki jurusan batik, pelatihan agen travel digelar di SMK jurusan pariwisata. Begitu juga pelatihan kuliner akan melibatkan jurusan tata boga.

"Tahun ini kita ada sekitar 600 pelatihan, yang nantinya tetap akan kita sinergikan dengan jurusan SMK yang tersedia. Targetnya, anak-anak desa yang memiliki ketrampilan dasar tapi belum terasah akan kami integrasikan dengan siswa-siswa SMK. Tujuan akhirnya, tak lain membentuk jiwa wirausaha yang mandiri," kata Anas.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banyuwangi, Wawan Yadmadi, menambahkan, para pemuda ini akan mengikuti pelatihan selama lima hari 14-18 Februari 2017.

"Kami pilih mereka yang berasal dari desa yang tingkat kemiskinannya agak tinggi. Usai pelatihan, mereka tak hanya sekedar mengerti ilmu perbengkelan, tapi juga akan diberi sertifikat tanda lulus pelatihan. Dan ini bisa dijadikan sebagai modal dasar mencari pekerjaan di bindang perbengkelan," jelas Wawan.

Wawan menambahkan, tahun 2017 ini menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk melatih dan membekali pemuda desa untuk mandiri. Di antaranya, pelatihan las, elektro, kerajinan, sablon, anyaman bambu. Lokasinya disesuaikan dengan kualifikasi SMK. (fat/fat)
Berita Terkait