Polsek Semampir melakukannya di SMAN 8 Surabaya. Para siswa diimbau agar memaknai apa yang disebut dengan hari kasih sayang ini dengan cara yang lebih bermanfaat.
Kepada para siswa yang dikumpulkan di selasar sekolah, Kapolsek Semampir kompol I Ketut Madia mengatakan bahwa akan lebih bermakna jika valentine dilakukan dengan membantu sesama. Membantu juga adalah bentuk kasih sayang.
Ketut mengambil uang Rp 50 ribu kemudian memasukkannya ke kotak bergambar hati. Itu adalah contoh membantu sesama yang kurang beruntung. Tak harus uang, barang atau benda lain juga bisa disumbangkan untuk sesama, terlebih kepada temannya yang membutuhkan.
"Boleh merayakan, tetapi jangan dikaitkan dengan hubungan atau pacaran. Ini adalah cara kami agar valentine tak dimaknai lain oleh pelajar," ujar Ketut kepada wartawan di SMAN 8 Surabaya, Jalan Iskandar Muda, Senin (13/2/2017).
Valentine dengan Kegiatan Sosial Foto: Imam Wahyudiyanta |
Sedekah, kata Ketut, adalah bentuk kasih sayang yang lebih nyata. dengan bantuan langsung, maka makna kasih sayang akan langsung mengena. "Membantu dengan cara bersedekah adalah salah satu cara menyampaikan rasa kasih sayang," pungkas Ketut.
Sementara Waka Humas SMAN 8 Surabaya Yani Hendrayati mengatakan bahwa sekolah berdasarkan imbauan dari Dinas Pendidikan Surabaya melarang adanya perayaan valentine. Dan Yani mengapresisasi apa yang dilakukan polisi.
"Ini semua masukan bagi para siswa karena valentine adalah budaya luar dan bukan budaya Indonesia. Apa yang disampaikan polisi semoga bisa memberikan suatu pencerahan bagi siswa," ujar Yani.
Yani berharap agar siswanya tidak berpikir bahkan melakukan hal-hal negatif dari valentine. Para siswa ini adalah generasi muda yang masa depannya bisa cerah. "Anak-anak ini masih punya langkah panjang untuk mimpi yang indah dan positif," tandas Yani. (iwd/fat)












































Valentine dengan Kegiatan Sosial Foto: Imam Wahyudiyanta