Bupati Anas Kunjungi Dua Desa yang sempat Terendam Banjir

Bupati Anas Kunjungi Dua Desa yang sempat Terendam Banjir

Putri Akmal - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 16:47 WIB
Bupati Anas Kunjungi Dua Desa yang sempat Terendam Banjir
Jalan-jalan desa usai diterjang banjir/Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Banjir setinggi 2 meter lebih yang sempat merendam 2 desa di Kecamatan Siliragung, Banyuwangi Minggu (12/2/2017) lalu, kini surut. Aktivitas warga di 2 desa yakni Desa Kesilir dan Desa Seneporejo mulai pulih.

Pantauan detikcom di Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Kecamatan Pesanggaran, seluruh warga mulai bekerja bakti. Dibantu petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, petugas Kecamatan Pesanggaran dan relawan tanggap bencana, warga mulai sedikit demi sedikit mengeluarkan perabot rumah tangga dan membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang mengunjungi 2 desa lokasi banjir itu langsung menyapa warganya. Ditemani istrinya, Ipuk Festiandani, Anas memantau beberapa jaringan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Ditemani Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo dan Kepala Dinas Sosial, Peni Handayani mereka mengunjungi dapur umum swadaya masyarakat dan memberikan sejumlah bantuan berupa sembako.

"Bantuan yang diberikan makanan siap saji yang kami distribusikan di dapur umum swadaya masyarakat dan 1 dapur umum dari BPBD. Bantuan berat diberikan untuk pembangunan jembatan," kata Anas saat mengunjungi dapur umum darurat siaga bencana di Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Pesanggaran, Senin (13/2/2017).

Dalam bencana banjir ini, Anas mengakui jika infrastruktur publik yang mengalami kerusakan tidak banyak. Seperti beberapa keretakan di titik jembatan dan tangkis sungai yang mengalami longsor. Namun kerusakan tersebut akan segera diperbaiki.

Meski begitu, jumlah kerugian materi yang dialami warga masih didata oleh tim tanggap darurat BPBD Banyuwangi. "Kerusakan infrastruktur tidak banyak,hanya jembatan. Saya kira bencananya tidak masif karena genangan air tinggi dan sekarang statusnya siaga darurat," tutup Anas. (fat/fat)
Berita Terkait