Pantauan di lokasi, sejumlah siswa SDN Grati IV tampak melintasi Sungai Barat untuk pergi ke sekolah. Siswa yang menyeberangi sungai berasal dari Desa Kalipang, sementara sekolah mereka berada di Desa Gratitunon. Para siswa ini dibantu warga dan guru saat menyeberang sungai.
Siswa-siswa SD ini menyeberang jembatan sambil membawa pakaian lengkap, peralatan belajar dengan menjinjing sepatu. Saat sampai di seberang, mereka mencuci kaki dan memakai sepatu mereka.
Siswa di Grati Lintasi Sungai untuk Sekolah Foto: Muhajir Arifin |
"Biasanya siswa memang lewat jembatan, namun sejak jembatan roboh tanggal 25 Januari lalu, banyak siswa yang lewat sungai. Namun ada juga yang lewat jalan memutar untuk sampai ke sekolah," kata Munir, salah satu guru Pendidikan Agama Islam SDN Grati IV yang mengawal anak-anak didiknya menyeberang saat pulang sekolah, Senin (13/2/2017).
Selain siswa, sejumlah warga yang tak mau memutar juga melintasi sungai untuk beraktivitas. Menurut Munir, jembatan kayu tersebut sengaja dibangun oleh warga untuk mempercepat akses jalan antar desa. Sebelum ada jembatan, warga melintasi jalan umum yang memutar.
Saat ini, warga sekitar dengan membangun kembali jembatan tersebut. Menurut Muhdor (34), warga lainnya, pembangunan jembatan dilakukan dengan bantuan dana dari desa.
"Iya ini mulai kita bangun lagi agar warga tak menyeberangi sungai atau memutar. Kami dapat bantuan dari pemerintah desa sebesar Rp5 juta," katanya. (fat/fat)












































Siswa di Grati Lintasi Sungai untuk Sekolah Foto: Muhajir Arifin