Kedua korban merupakan warga Dusun Ngrayung, Desa Segunung. Namun, sampai saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, akibat kecelakaan atau dibunuh.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso mengatakan, korban atas nama Edi purwanto (25), karyawan pabrik dan M Soleh (20), tukang las.
Keduanya warga Dusun Ngrayung. Identitas korban terungkap setelah pihak keluarga mengenali korban di kamar jenazah RSUD Dr Soekandar Mojosari.
"Keterangan dokter sementara menyebutkan kedua korban meninggal karena benturan benda tumpul," kata Budi usai reka ulang di lokasi kejadian, Minggu (12/2/2017).
Baca Juga: Dua Remaja Ditemukan Tewas di Mojokerto, Diduga Dibunuh
Budi menjelaskan, terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian kedua pemuda tersebut. Salah satunya keberadaan sepeda motor Yamaha Vega nopol S 3277 P milik korban Soleh.
Motor berbalut stiker Hello Kitty itu ditemukan Samsul Ma'arif bersama dua rekannya, Slamet Dwi Febriyanto dan Dwiki Febriansyah pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wib.
Ketiga remaja asal Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu itu menemukan motor korban saat pulang dari melayat. Motor dalam kondisi rusak di bagian depan, terjebur sebagian ke parit dengan jarak cukup jauh dari lokasi penemuan mayat.
Melihat kondisi parit yang sempit, kecil kemungkinan kedua mayat pemuda itu hanyut sampai ke tempat penemuan mayat.
"Sepeda motor korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi penemuan mayat," ungkap Budi.
Atas penemuan motor korban itu, lanjut Budi, pihaknya bersama Sat Lantas Polres Mojokerto melakukan reka ulang untuk mencocokkan keterangan saksi dengan fakta-fakta di TKP. Namun, sampai saat ini dia mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab kematian kedua korban.
![]() |
"Korban meninggal karena kecelakaan atau pembunuhan masih kami selidiki," tegasnya.
Sementara ayah korban Soleh, Salimin mengatakan, putranya itu terakhir kali terlihat di rumah pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.00 Wib. Dia mengaku tak mengetahui kepergian anaknya hingga ditemukan tewas di parit pagi tadi.
"Dia perginya endak pamit. Pagi tadi tahu-tahu pintu sudah terkunci, anaknya tidak ada. Baru jam 11 (11.00 Wib) tadi saya dikabari tetangga kalau anak saya meninggal di parit," jelasnya. (ugik/ugik)











































