Kisah Nuraini yang Kulitnya Bersisik Hitam yang Diobatkan Polisi

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 11 Feb 2017 16:50 WIB
Nuraini terbaring saat dibawa ke rumah sakit/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Nuraini (21), warga Desa Gunung Geni, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengidap penyakit aneh pada kulitnya.

Nuraini putri tunggal pasangan suami istri Alm Suparman dan Kasmita, ini sempat dikucilkan oleh warga setempat, karena di sekujurnya tubuhnya muncul gejala aneh yakni bersisik hitam.

Selama 13 hari ini sejak penyakit yang menurut warga aneh ini menyerang Nuraini. Ia hanya berbaring di tempat tidurnya karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mampu.

Dari kondisinya yang kian memburuk itu, Kasat Binmas Polres Probolinggo AKP Hendrix Kusuma Wardan yang mendapat laporan dari Babinsa Polsek Banyuanyar, langsung merespon dan membawa Nuraini ke RSU Waluyo Jati Kraksaan.

"Saya terkejut melihat kondisinya saat melihat langsung ke rumahnya," ujar AKP Hendrix, ketika ditemui di IGD RSU Waluyo Jati, Sabtu (11/2/2017).

Nuraini di rumahnya hanya tinggal bersama Kasmita ibunya, karena bapaknya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Selama 13 hari ini, pihak keluarganya kebingungan untuk membawa Nuraini ke rumah sakit, dan hanya dirawat secara pengobatan tradisional dirumahnya saja.

Nuraini memiliki sejarah penyakit epilepsi ejak usia 4 tahun. Orangtuanya memeriksakannya ke puskesmas setempat. Selama ini, Nuraini mengkonsumsi obat-obatan dari berobat di puskemas. Saat itu tidak ada gejala penyakit lainnya.

Kontan ibunya terkejut ketika anaknya mendadak mengalami penyakit yang aneh.

"Dulu kecilnya minum obat rutin karena kejang-kejang. Tidak tahu kenapa sekarang penyakitnya aneh kulitnya bersisik hitam," tutur Kasmita ibunda Nuraini kepada wartawan saat di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan dokter jaga di IGD RSUD Waluyo Jati dr Sofie Giantari, Nuraini terkena penyakit Stevens Jhonson Syndrome (SJS). Penyakit adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi.

"Penyakit ini terjadi karena efek samping konsumsi obat epilepsinya. Namun penyakit ini tidak menular, dan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan," terang dr Sofie Giantari. (ugik/ugik)