Dam dan Pintu Air di Banyuwangi Kini jadi Spot Selfie Yang Cantik

Dam dan Pintu Air di Banyuwangi Kini jadi Spot Selfie Yang Cantik

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 16:00 WIB
Dam dan Pintu Air di Banyuwangi Kini jadi Spot Selfie Yang Cantik
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Setelah kawasan Sungai Kali Lo dicat warna-warni, kini giliran Dam juga dicat dengan berbagai warna. Keren!

Berbagai upaya Pemkab Banyuwangi untuk menata lingkungan di kawasan sungai dan Dam (Bendungan air). Tak hanya menjaga kebersihan, kawasan sungai dan Dam itupun kini menjadi spot-spot selfie.

Dam Gembleng Kecamatan Rogojampi dan Dam Setail Kecamatan Genteng kini tak lagi kusam. Warna-warna cerah terlihat cantik dan menarik. Tak hanya itu, hiasan warna-warni itu juga menghilangkan coretan-coretan vandalisme yang mengotori dam itu. Apalagi, di sana dibangun joglo-joglo dari bambu lengkap dengan kursi dan meja yang dicat warna warni semakin mempermanis Dam

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Ir Guntur Priambodo mengatakan, perombakan wajah sungai ini adalah bagian dari program Banyuwangi Berwarna.

"Untuk akselerasi program ini, kami lombakan penataan dam dan pintu-pintu air ini. Bukan sekadar dicat warna warni, namun bagaimana ditata semenarik mungkin. Namun yang paling penting, kebersihan sungai tetap menjadi prioritas utama," ungkap Guntur kepada detikcom, Jumat (10/2/2017).

Guntur menjelaskan hampir seluruh dam-dam di Banyuwangi dibangun zaman kolonial Belanda, yang terkenal dengan bangunannya sangat kokoh dengan arsitek antik. Seperti Dam Setail dan Dan Gembleng, yang dibangun pada tahun 1925.

"Bangunan dam ini kan masuk heritage, menarik sekali kalau bisa jadi salah satu obyek wisata. Ternyata benar, setelah dicat dan ditata, dam tinggalan Belanda kini menjadi obyek wisata baru di masing-masing wilayah," jelas Guntur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku penataan kawasan sungai menjadi salah satu prioritas penataan lingkungan di Banyuwangi. Sungai tidak hanya diupayakan terjaga kebersihannya, namun sungai mulai diarahkan menjadi salah satu spot selfie.

"Harapan kami, kalau menjadi jujugan wisatawan warga akan turut menjaga kebersihan sungai. Mereka pasti malu kalau akan mengotori sungai karena terlihat pengunjung," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom.

Sejumlah cara ditempuh Banyuwangi untuk membudayakan menjaga kebersihan sungai. Selain menjadikan sebagai salah satu obyek wisata, sungai yang melintasi kota (Kali Lo) dipasangi monitor tersembunyi (CCTV) untuk memantau siapa warga yang membuang limbah di sungai.

"Kami juga telah menggelar Festival Kali Bersih, gerakan bersama untuk menjaga kebersihan sungai. Ini penting, apalagi di Pelabuhan Boom akan dijadikan kawasan marina atau dermaga kapal pesiar. Sungai-sungai yang bermuara di sana harus dijaga benar kebersihannya," kata Anas.

Kebersihan sungai, sambung Anas, merupakan elemen penting dalam menunjang sektor pariwisata di Banyuwangi. "Kebersihan sungai juga ikut menentukan daya saing wisata karena wisatawan sangat menikmati daerah yang lingkungannya bersih," kata Anas.

Korek dam, Ali Mufad mengatakan, Dam Setail kini menjadi obyek wisata baru warga Genteng dan sekitarnya. Dam yang telah dicat dengan dominasi warna putih biru ini setiap sore menjadi jujugan rekreasi warga sekitar.

"Tiap hari ada saja anak-anak sekolah yang berkunjung ke sini. Entah itu hanya untuk selfie atau untuk rehat sepulang sekolah. Semua ini kami lakukan murni swadaya semua penjaga pintu air di sekitar sini, ikut senang rasanya dam jadi menarik," kata Mufad. (fat/fat)
Berita Terkait