Para nelayan di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ini tampak duduk-duduk di pelabuhan. Kapal-kapal disandarkan dan diombang-ambingkan ombak.
Sejumlah nelayan memilih memperbaiki peralatan, seperti perahu, jaring dan lainnya. "Mending waktu digunakan memperbaiki kapal. Cuacanya buruk takut melaut," kata Iwan, salah seorang nelayan, Jumat (10/2/2017).
Para nelayan yang lama tak melaut, banyak yang mencari penghasilan dengan menarik becak atau menjadi tukang ojek. "Sudah lebih dua minggu tak melaut, terpaksa banyak yang ngojek. Teman-teman ada juga yang narik becak," ujar Sholeh, nelayan lain.
Kondisi serupa juga dialami nelayan di Kraton dan Lekok serta Nguling, Kabupaten Pasuruan. Ratusan perahu memenuhi pantai.
"Kami terus imbau para nelayan untuk tak melaut karena cuacanya sangat buruk, gelombang tinggi. Sangat berbahaya. Rutin kami lakukan sosialisasi ke kampung-kampung nelayan," kata perwira di Pol Air Pasuruan, Bripka Laswanto.
Dua nelayan asal Pasuruan menghilang di tengah laut saat perahunya terbalik karena nekat melaut, Kamis (26/1/2017) lalu. Hingga saat ini, kedua nelayan Ruslan (50) dan Said (38) warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, belum ditemukan.
Jumlah nelayan di Kota Pasuruan mencapai lebih dari 1.000 orang sedangkan di Kabupaten Pasuruan mencapai 7.000 orang. (fat/fat)











































