Tak hanya itu. Bersama para santri, Bupati situbondo H Dadang Wigiarto, juga ikut turun membantu melakukan penambalan ruas jalan raya berlubang. Sehingga dinilai rawan memicu kecelakaan.
"Kami mendengar para santri akan turun untuk melakukan perbaikan jalan rusak secara mandiri. Kalau ini tidak ditemani pemerintah, saya khawatir yang dikerjakan tidak efektif. Misalnya hanya ditimbun dengan tanah, atau dikasih tanda pohon pisang," kata Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, di sela-sela kegiatan.
Bupati dan santri perbaiki jalan rusak Foto: Ghazali Dasuqi |
Pengamatan detikcom menyebutkan, selain santri, kegiatan bersih-bersih dan memperbaiki jalur pantura rusak juga diikuti sejumlah elemen masyarakat di Situbondo. Seperti GP Ansor, Komunitas Solawat Nariyah dan LPM Merak Situbondo.
Kegiatan itu salah satunya dilakukan di dekat persimpangan Jalan WR Soepratman dan Jalan PB Soedirman. Selain banyak lubang dan bergelombang, ruas jalan itu juga kerap terdapat genangan air setiap turun hujan.
"Bukan hanya di sini. Kegiatan ini juga serentak dilakukan di 14 Kecamatan di Situbondo yang memiliki jalur pantura. Pemerintah daerah berinisiatif memfasilitasi dengan peralatan dan aspal. Sehingga bisa lebih bermanfaat," tandas Bupati Dadang.
Selain memperbaiki jalan rusak, kegiatan ini juga diarahkan dengan membersihkan saluran drainase di tepi jalan dan memangkasi dahan-dahan pohon yang mengarah ke jalan raya.
Bupati Dadang pantau pohon rawan tumbang Foto: Ghazali Dasuqi |
Sebab, di musim penghujan seperti sekarang, saluran drainase dan pohon dinilai cukup rawan memicu terjadinya bencana. Banyak masyarakat umum yang akhirnya ikut berbaur dalam kegiatan bersih-bersih bersama bupati dan para santri tersebut.
"Kami hanya mencari ridho Allah. Sesuai yang diajarkan para kiai kami, akhlak santri itu di antaranya harus menyingkirkan apa saja yang bisa mengganggu jalan, seperti duri atau batu. Lubang jalan ini kan juga mengganggu," tukas Mohammad Agus Nurlaili, salah seorang santri.
Di bagian lain, perbaikan jalan berlubang di sepanjang jalur pantura Situbondo juga terus dilakukan. Hari ini, Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah V kembali menurunkan 80 ton aspal untuk menutupi jalan berlubang di Situbondo.
"Jalur pantura Situbondo ini panjangnya 110 KM, tidak mungkin selesai hari ini. Perbaikan jalan berlubang itu akan terus dilakukan. Bahkan sejak beberapa hari ini, BBJN Wilayah V sudah mulai melakukan penambalan jalan berlubang," tutur H Gatot Siswoyo, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Situbondo. (fat/fat)












































Bupati dan santri perbaiki jalan rusak Foto: Ghazali Dasuqi
Bupati Dadang pantau pohon rawan tumbang Foto: Ghazali Dasuqi