Potensi Zakat di Jatim Rp 15 T, Ini Tantangan Lembaga Amil Zakat

Potensi Zakat di Jatim Rp 15 T, Ini Tantangan Lembaga Amil Zakat

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 08 Feb 2017 18:40 WIB
Potensi Zakat di Jatim Rp 15 T, Ini Tantangan Lembaga Amil Zakat
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Potensi zakat di Jawa Timur diperkirakan cukup besar yakni sekitar Rp 15 triliun. Namun, banyak tantangan yang harus 'ditaklukan' agar dapat mengumpulkan zakat tersebut dan berguna bagi masyarakat miskin.

"Potensi zakat perorangan BUMN dan swasta di Indonesia saat ini mencapai Rp 217 triliun dan jumlah tersebut bisa bertambah. Sedangkan di Jawa Timur potensi zakat lumayan besar sekitar Rp 15 triliun," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf kepada wartawan di sela acara Konferensi Zakat Nasional di Hotel Oval, Surabaya, Rabu (8/2/2017).

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini memperkirakan, jumlah zakat setiap waktu akan meningkat seiring bertambahnya masyarakat muslim yang sejahtera.

Untuk memfasilitasi pezakat, diperlukan lembaga amil zakat yang kredibel dan harus bisa menghadapi tantangan, serta diperlukan inovasi, sehingga masyarakat yang ingin menyalurkan zakatnya merasa puas, yakin dan percaya dengan amil zakat.

"Amil harus kredibel dan modern, serta mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan yang bersumber pada sifat-sifat Rasulullah," paparnya.

Katanya, ada empat sifat rasul yang harus digunakan para amil untuk meningkatkan profesionalisme. Pertama, amil zakat harus asyidik atau kredibel dan dipercaya.

"Kalau amil zakatnya kredibel, dipastikan para pemberi zakat akan lebih percaya dan tidak ragu berzakat," ujarnya.

Kedua, harus amanah atau akuntabel. Dengan mempertanggungjawabkan setiap penerimaan zakat, sehingga masyarakat pemberi zakat lebih percaya.

Ketiga, fathonah atau cerdas. Menurutnya, amil harus kreatif untuk mengumpulkan zakat. "Sudah tidak zamannya lagi minta-minta zakat sambil membawa kotak di jalan-jalan," terangnya.

Keempat yakni, tablikh atau komunikatif. Maksudnya, lembaga amil zakat harus promotif dan cerdas serta tidak ketinggalan 'zaman'.

"Jika zakat yang terkumpul itu dapat digunakan untuk mengentas kemiskinan, sungguh sangat signifikan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena pada dasarnya zakat itu untuk mengentas kemiskinan," tuturnya.

Salah satu Ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menambahkan, jumlah masyarakat miskin di Jawa Timur sekitar 4 juta orang. Mereka terdiri dari kategori Hampir Miskin, Miskin, Sangat Miskin. Dengan adanya lembaga amil zakat, Gus Ipul berharap 'status' mereka meningkat.

"Dari sangat miskin menjadi miskin. Miskin menjadi hampir miskin, dan hamir miskin tidak miskin," harapnya.

Sementara itu, Direktur Zakat Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, diperlukan sinergi antar lembaga zakat untuk mengumpulkan zakat dan menyalurkannya ke masyarakat miskin.

"Antara lembaga zakat atau badan zakat satu dengan lainnya harus saling bersinergi, jangan saling bertikai, karena zakat itu potensi," ujar Tarmizi sambil menambahkan, saat ini kementerian agama sedang menggalakkan audit syariah ke seluruh lembaga amil zakat di Indonesia.

Dalam acara Konferensi yang diikuti 26 lembaga zakat ini akan merumuskan dan mensosialisasikan kebijakan kementerian agama terkait akreditasi lembaga zakat. (roi/bdh)
Berita Terkait