Kedua korban adalah Sukarno (30) dan Miskat (35), warga desa setempat. Hingga pukul 15.30 WIB, proses evakuasi terhadap Miskat masih berjalan oleh Tim BPBD Kota Batu, SAR, polisi, TNI dan warga.
Miskat diduga berada di dasar lubang yang digali beberapa hari terakhir bersama Sukarno. Lubang digali rencananya untuk sumur dengan kedalaman 12 meter diameter 1,5 meter.
Kepala BPBD Kota Batu Sasmito mengatakan, proses evakuasi satu korban diduga masih berada di dalam lubang masih diupayakan.
"Apakah ada di dasar lubang, belum diketahui. Karena tim yang turun belum menjangkau dasar lubang," jelasnya kepada detikcom di lokasi kejadian.
Menurut dia, saat menggali lubang, kedua korban tengah mengangkat material berupa bebatuan. Saat itu, dinding septic tank tidak jauh dari lubang ambrol dan menimpa keduanya.
"Septic tank berisi tinja ternak sapi pemilik rumah. Diduga itu yang menyebabkan kedua korban sulit bernafas saat terjadi longsor," jelasnya.
Kini, proses evakuasi jenazah diyakini Miskat dihentikan sementara. Timbunan tinja yang memenuhi lubang, menyulitkan petugas mengevakuasi jasad korban. Jenazah Sukarno sendiri telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. "Informasinya septic tank yang ambrol buangan tinja," ujar Sasmito. (fat/fat)










































