Tempayan berukuran besar yang menurut warga adalah guci, ditemukan saat penggalian pondasi dengan kedalaman 2 meter lebih. Benda yang diduga peninggalan zaman Kerajaan Blambangan itu memiliki tinggi 1,5 meter lebih dan mempunyai lebar sekitar 170 cm.
Jika dilihat dari ukurannya, guci warna batu alam abu-abu itu bisa menampung beberapa orang. Meski begitu hingga kini, belum ada pihak dinas terkait mengecek benda tersebut.
Sementara warga dari beberapa desa di Kecamatan Besuk, berdatangan melihat wujud guci raksasa tersebut. Karena sebelumnya belum pernah ditemukan benda diduga terbuat dari tanah liat itu.
Dari pengakuan Moh Bunadi, pemilik bangunan rumah sekaligus yang menemukan guci, benda itu ditemukan pukul 08.00 WIB dan berhasil diangkat para pekerjanya beramai-ramai pukul 12.00 WIB.
"Awalnya saya tidak menyangka menemukan benda kuno sebesar ini. Saya menyuruh pekerja untuk menggali tanah hingga kedalaman 2 meter lebih. Ternyata bendanya sangat besar dan berhasil kita angkat. Warga akhirnya banyak berdatangan," jelas Bunadi, saat ditemui di lokasi.
Bunadi mengaku keterangan dari sesepuhnya, lingkungannya merupakan Kerajaan Blambangan pimpinan Raja Minak Jinggo benda. Namun sebagian warga menduga benda kuno terpendam di dalam tanah itu peninggalan zaman penjajahan Belanda.
"Nenek saya juga mendapat cerita dari buyut saya dan sesepuh lainnya di sini. Bahwa di lingkungan ini sebetulnya banyak benda-benda bersejarah, tapi belum ditemukan. Hanya guci raksasa ini yang baru ditemukan tidak tahu berasal dari mana sebelumnya, yang jelas benda peninggalan zaman dahulu," tambahnya.
Sumarlin (40) salah satu warga mengatakan, dirinya datang dari desa sebelah hanya untuk melihat guci raksasa karena penasaran. "Penasaran karena belum pernah saya lihat benda mirip guci sebesar ini, ternyata setelah saya lihat, barangnya sangat besar. Heran aja melihatnya," ungkap Sumarlin. (fat/fat)











































