"Saya bingung waktu dikabari pasar terbakar. Saya langsung ke sini," ujar Yayuk, salah satu pedagang, Sabtu (4/2/2017).
Saat sampai di lokasi, Yayuk melihat lapak tempatnya berdagang sudah lumat dibakar api. Padahal dia baru saja mengisi lapaknya dengan dagangan. Yayuk mengaku rugi ratusan juta.
"Gudangku mari tak isi, mas. Nang njero akeh rokok sing jik tas kulakan. Saya rugi bisa sampai Rp 100 juta (gudang baru saja saya isi, mas. Di dalam banyak rokok yang barusan saya kulak)," kata Yayuk yang berdagang sembako dan kelontong.
Kepedihan yang sama juga dialami Umayah. Warga Jalan KH Akim Kayat ini mengaku merugi hingga Rp 50 juta. Sebagian dari lapaknya memang tidak terbakar. Tetapi tetap saja barang dagangannya yang berupa sayuran rusak semua.
"Baru saja saya isi sayuran sama sembako. Semua tumpukan telur juga pecah semua. Barang dagangan juga kotor semua kena reruntuhan atap yang kebakar," kata Umayah.
Untung saja pendingin daging dan makanan awetan berhasil diselamatkan. Suami Umayah berjibaku menarik keluar pendingin makanan itu dari toko yang terimbas kebakaran.
"Sementara ya jelas tidak jualan dulu," tandas Umayah. (iwd/bdh)











































