Peristiwa longsor pertama terjadi Jumat (3/1/2017) pukul 02.00 WIB, sementara longsor susulan terjadi pukul 10.45 WIB. Jarak lokasi kedua kejadian longsor tak terlalu jauh. Material longsor menutup jalur wisata.
"Pertama terjadi dini hari, longsor susulan terjadi di Pakis Bincil, Pusung Duwur utaranya Dingklik, pukul 10.45 WIB," kata anggota Desa Tangguh Bencana Wonokitri, Sukaris.
Jalur Wisata Bromo di Pasuruan longsor Foto: Istimewa |
Longsor di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini sepanjang 15 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter.
Longsor pertama masih bisa diatasi dengan kerja bakti puluhan warga, paguyuban kendaraan wisata dan petugas TNBTS. Namun warga membutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor kedua.
"Perlu alat berat untuk pembersihan," katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat ke lokasi. Di Desa Wonokitri yang merupakan Desa Tangguh Bencana karena rawan longsor memang disediakan alat berat.
Jalur Bromo di Pasuruan longsor Foto: Istimewa |
"Semoga secepatnya jalur wisata Bromo bisa dilalui," kata Bakti.
Sebelumnya longsor juga terjadi di jalur Gunung Bromo melalui Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kamis (2/2) pagi. Jalur ini juga digunakan pendaki yang ingin menuju Ranupane atau Gunung Semeru.
Material longsoran mencapai 15x1x4 meter menutup akses jalan yang dibangun sebagai satu-satunya rute menuju Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, di sisi selatan Gunung Bromo.
(fat/fat)











































Jalur Wisata Bromo di Pasuruan longsor Foto: Istimewa
Jalur Bromo di Pasuruan longsor Foto: Istimewa