Sebelumnya, LPDP LPDP Edufair juga digelar di Jakarta, pada Selasa (31/1) lalu. Bukan hanya warga Surabaya saja. Banyak pengunjung yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jember dan Malang.
"Saya dan teman–teman memang sengaja datang ke sini karena penasaran dengan pameran ini. Kebetulan sudah lulus S1 dan berencana S2. Jadi kita ingin meyakinkan bagaimana proses pengajuan beasiswa LPDP," ujar Retno Puspita (22), asal Malang yang datang bersama rekan-rekannya.
Pengamatan detikcom, acara pameran dan beasiswa Edufair 2017 sudah 'diserbu' pengunjung sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Mereka tampak antusias menikmati berbagai suguhan dalam even LPDP Edufair 2017. Sebagian pengunjung juga langsung mengikuti tes TOEFL, IELTS, dan TOEIC, yang disiapkan panitia. Antusias pengunjung terlihat dari antrian panjang yang mengitari gedung pameran. Bahkan, sebagian pengunjung harus antre hingga 2 jam.
Pengunjung lainnya, Anita, mengaku ingin melanjutkan kuliah S-2nya, setelah meraih gelar sarjananya di jurusan Hubungan Internasional. Karena itu, dia berinisiatif datang ke acara LPDP Edufair 2017 untuk mencari tahu kampus mana saja yang cocok untuk saya melanjutkan S2.
"Karena saya dari Hubungan Internasional, jadi berencana untuk mencari kampus di luar negeri," tandas Anita.
Tak kalah ramai dengan pengunjung yang mengantre, suasana dalam gedung Airlangga Convention Center ternyata juga dipadati banyak pengunjung. Ada yang mengunjungi stand, ada juga yang mengikuti univesities presentation di dalam ruangan yang disediakan panitia. Sebagian lainnya memilih mendengarkan Awardee Story dari beberapa alumni LPDP.
Direktur Utama LPDP, Eko Prasetyo mengapresasi antusias pengunjung yang datang ke pameran LPDP. Tahun ini sebanyak Rp 22,5 triliun tuoiah yang disalurkan untuk
dana pendidikan baik di dalam maupun di luar ngeri.
"Sekitar 5.000 penerima beasiswa akan diseleksi," ujarnya.
Sementara Ketua Panitia LPDP Edufair Surabaya, Tis'at Afriandi mengatakan rangkaian acara yang dilaksanakan tahun ini kurang lebih sama dengan tahun lalu. "Perbedaannya hanya jumlah stan. Tahun ini ada 68 stan. Dan tiap stannya melaksanakan universities presentation," ujar Tis'at. (fat/fat)











































