Bagaimana langkah Dishub? Dishub pun menerjunkan anggotanya untuk mendampingi pengguna kendaraan dan juru parkir dalam mengoperasionalkan parkir meter.
Pengamatan detikcom, Kamis (2/2/2017), di tiap parkir meter telah bersiaga seorang petugas Dishub.
Juru parkir sendiri juga dipersilahkan petugas Dishub untuk memberitahukan cara penggunaan parkir meter, meski sering terlihat salah tahapan dalam menggunakan alat parkir meter. Saat itu petugas Dishub langsung membenarkan juru parkir.
Petugas Dishub juga menyiapkan e-money untuk pengguna parkir yang belum memiliki, karena parkir meter pembayarannya menggunakan e-money.
"Ini sekaligus pelatihan secara langsung pada masyarakat dan juru parkir yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan," kata Kepala UPTD Parkir Tepi Jalan Umum Dishub Surabaya Timur Tranggono Wahyu Wibowo saat dihubungi detikcom.
Tranggono mengaku selama simulasi yang dimulai sejak Rabu (1/2) kemarin pihaknya menemukan beberapa kendala diantaranya kurangnya juru parkir di lapangan. "Selain masih terlihat kaku dalam membimbing pengguna parkir untuk mengoperasikan alat parkir meter," ungkap dia.
Kendala lainnya adalah juru parkir yang minim. Saat ini, juru parkir berjumlah 25 orang dengan 3 pengawas yang terbagi dalam dua shift. "Sementara datangnya pegawai Pemkot Surabaya pada waktu pagi, hampir bersamaan, sehingga jukirnya kurang dan ini akan menjadi catatan bagi kami," ujar Tranggono.
Selain itu, penerapan parkir meter juga bertujuan untuk kajian penetapan tarif progresif, supaya tarif progresif itu bisa segera direalisasikan. "Baru nanti sambil jalan pengembangan fungsi alatnya, termasuk penyediaan informasi parkir di kawasan taman surya via mobile aplication," pungkas Tranggono. (ze/bdh)











































