Para pelaku yakni pasutri Karyono (42) dan Neneng Suryani (24), ayahnya Jumadi (51), paman bernama Jumali (53), sepupu bernama Mashuda (29) dan Agus Santoso (25) warga setempat.
Motif para pelaku ini lantaran geram ulah korban yang kerap memperkosa Neneng, tiap Karyono bekerja keluar kota sebagai sopir truk peti kemas .
"Dia (korban) mau perkosa istri saya dan mengancam akan membunuh anak saya. Saya marah," kata Karyono dalam gelar perkara di Mapolres Kediri, Rabu (1/2/2017)
Apalagi, jelas Karyono, korban sudah melakukan aksinya empat kali dalam satu bulan terakhir. Neneng yang akhirnya buka suara ke keluarganya langsung merencanakan penangkapan dan pembalasan. Keluarga menunggu korban hingga tengah malam, hingga akhirnya benar-benar masuk melalui jendela kamar.
"Awalnya hanya ingin nangkap dan kita serahkan ke polisi. Tapi saya nggak tau kalau yang saya pukul dahinya karena gelap. Dia saya pukul pas mau melarikan diri. Saya bawa besi itu untuk melindungi diri, karena korban ini kerap membawa senjata tajam," tambahnya Karyono.
Korban yang kabur kemudian tewas di rumahnya dengan luka parah di bagian kepala. Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa besi, rotan dan skrop yang digunakan pelaku.
"Pelaku kita ancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider 338 KUHP, lebih subsider 170 ayat 2 ke 3, dengan ancaman hukuman paling lama seumur hidup atau hukuman mati," kata Kapolres Kediri AKBP Sumaryono.
Sementara Kasatreskrim polres Kediri AKP M.Aldy Sulaeman mengaku kendati perbuatan korban salah, namun apa yang dilakukan para pelaku juga salah.
"Masing-masing pelaku yang masih keluarga ini memiliki peran. Ada yang ngawasin, jebak dan melihat kondisi, makanya semua ikut merencanakan," jelas Aldy.
Sebelumnya, Sunarsih, istri korban Sujarno menemukan suaminya bersimbah darah saat pulang ke rumah, Selasa (31/1). Tanpa menceritakan apa yang terjadi, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meningga pagi hari.
"Saya kaget, saya tanya kenapa kok bersimbah darah gitu. Malah saya disuruh masuk rumah. Sementara di luar ada orang teriak-teriak. Ayo keluar kalau berani," jelas Sunarsih menirukan suara teriakan.
Sunarsih tidak tahu pasti apa yang terjadi. Dia tidak curiga apapun terhadap sang suami. Namun belakangan Neneng mengaku menjadi selingkuhan suaminya . "Wanita itu (Neneng) mengakui, tapi suami saya (bilang) nggak," jelas Sunarsih. (fat/fat)










































