Penghargaan diberikan Kombes Pol M Anwar Nasir di halaman Mapolresta Sidoarjo Jalan Kartini, Selasa (31/1/2017).
"Penghargaan ini kami berikan kepada tokoh masyarakat Basyori yang telah dua kali yang berhasil mengamankan pelaku curanmor dari amukan massa," kata Kombes Pol Anwar Nasir pada wartawan.
Penghargaan yang diterima Basyori ini berawal saat dua warga Probolinggo yang mencoba merampas sepeda motor di Desa Tebel Barat, Senin (30/1/2017) sekitar pukul 07.00 WIB. Namun usaha kedua begal tersebut gagal. Keduanya pun dikepung warga.
"Pelaku tersebut akan dianiaya oleh masyarakat. Namun Pak Basyori ini berhasil mengamankan dua pelaku curanmor tersebut," ujar Kapolresta Sidoarjo.
Keberanian Pak Basyori ini diapresiasi oleh Polresta Sidoarjo. "Keberanian Basyori ini patut dicontoh, karena yang bersangkutan telah melingdungi HAM," jelas Kombes Pol M Anwar Nasir.
Dalam catatan Polresta Sidoarjo, selama tahun 2016 hingga awal tahun 2017 ini, sudah ada 13 kejadian penyerangan pelaku curanmor oleh masyarakat. Yang meninggal dunia sebanyaak 8 orang, luka berat sebanyak 4 orang dan luka ringan 1 orang.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol M Anwar Nasir menjelaskan, untuk mencegah jangan sampai terulang lagi kejadian seperti penganiayaan pelaku curanmor yang menyebabkan pelaku meninggal dunia, dan maraknya peristiwa perampasan sepeda motor, Polresta telah membentuk tim khusus.
Tim tersebut menurut Kapolresta sudah berhasil mengamankan dua pelaku yang melakukan perampasan di Gedangan dan berhasil mengidentifikasi satu pelaku di Jabon yang melarikan diri. (bdh/bdh)











































